Skip to main content

Posts

Imperial Palace dan Ginza, Tokyo - Jepang

Imperial Palace
Selepas Asakusa, kita memutuskan untuk menuju ke Imperial Palace yaitu istana kerajaan. Tapi sebenarnya yang kita kunjungi hanyalah bagian tamannya saja yaitu East Garden. Ceritanya keluarga kaisar Jepang masih menghuni kerajaan jadi ngga semua orang bisa masuk. Kalo ngga salah cuma setahun sekali salah satu bagian dari kerajaan dibuka untuk umum dan sang kaisar dan keluarga akan menampakkan diri.

Rencana menuju Imperial Palace rada dadakan soalnya pas lagi ngadem di Sensoji kita didatangi seorang petugas yang sedang mengadakan survey. Salah satu pertanyaannya mengenai tempat yang akan kita kunjungi. Tau-tau aja aku bilang sama Wawa untuk mampir ke situ. Selain karena tempatnya gede dan memiliki area terbuka jadi aku pikir cocok untuk bermain Pokemon Go dan menangkap pokemon yang khas Jepang.

Recent posts

Kuil Senso-ji di daerah Asakusa

Senso-ji merupakan kuil Budha tertua di daerah Tokyo. Letaknya di daerah Asakusa. Kita sampai di situ masih pagi sekitar jam 9 lewat. Rencananya mau foto-foto dan kemudian nyobain cemilan di sekitar situ. Tapi ternyata karena tempat ini merupakan salah tempat wisata yang wajib kunjung jadinya banyak bener turis yang ke situ.

Ada baiknya kalo memang niat foto-foto untuk datang lebih pagi terutama di musim panas seperti Juli dan Agustus. Karena di pagi hari lebih enak mengabadikan kuil atau pun selfi karena ngga banyak orang. Selain karena lebih siang juga lebih panas ya.

Day 4: Naik Shinkansen ke Tokyo dan Sekitar Shinjuku

Hari Rabu pagi aku bangun dan beberes. Tadinya kita rencana mau mampir makan pagi dalam perjalanan menuju ke stasiun. Tapi Wawa mengusulkan gimana kalo kita keluar makan dulu kemudian balik mengambil koper. Boleh juga apalagi di luar rada rintik-rintik. Jadilah kita jalan menggunakan payung menuju Matsuya yang letaknya cuma sekitar 5 menit jalan kaki.

Silakan baca pengalaman makan pagi ala tradisional Jepang di Matsuya melalui link di atas ya.

Habis makan kita mampir di Family Mart yaitu semacam mini mart gitu. Jadi di sekitar apartemen kita ada sekitar 3 merek mini mart. Ini baru sekitar radius 1 km dari stasiun Shin Osaka lho. Dari 3 merek itu yaitu Lawson, Family Mart sama 7 Eleven tapi jumlah tokonya ada sekitar 4. ha..ha.. Pokoknya ngga usah kuatir kekurangan mini mart deh.

Makan pagi ala Jepang di Matsuya - Osaka, Jepang

Jadi ceritanya restoran ini letaknya berseberangan dengan pintu keluar masuk sebelah timur stasiun Shin Osaka. Jadi sampai hari ketiga kita udah lewat beberapa kali tapi baru kemudian memutuskan untuk mampir dan menelaah menu yang terpampang di luar.

Restoran ini modelnya seperti Yoshinoya gitu deh. Keliatannya biasa dan ngga mahal. Tapi kita tertarik dengan menu makan paginya yaitu paket nasi dengan ikan salmon, sup, sayur sawi putih dan natto.

Tokyo Subway Pass

Di salah satu blog yang aku temukan saat mencari informasi mengenai Tokyo menyebutkan mengenai Tokyo Subway pass ini. Pass ini bisa dipakai untuk semua jalur Tokyo Metro dan Toei Subway. Tokyo Metro dan Toei Subway itu beda lho dengan jalur JR (yang dioperasikan oleh Japan Railway). Tapi Tokyo Metro mencakup sebagian besar Tokyo dan kamu bisa menggunakan Tokyo Metro ke mana aja.

Jadi pass ini cuma boleh dibeli oleh turis asing dan pengunjung dari luar daerah Kanto. Jadi sebagai turis asing kita boleh beli pass ini tapi jangan lupa bawa paspor kamu karena harus ditunjukkan saat membeli di konter.

Ngga seperti pass yang aku beli di Osaka di mana aku belinya di konter di stasiun kereta. Tokyo pass ini belinya justru bukan di konter di stasiun. Seperti JR pass, kamu bisa beli di beberapa travel agent tapi harus ditukarkan di beberapa tempat yang ditunjukkan sesampainya kamu di Jepang.

Kalo kamu tiba lewat Narita atau Haneda maka kamu bisa juga membelinya di airport. Atau kalo kamu tingga…

Apartemen Airbnb di Tokyo

Seperti juga di Osaka, di Tokyo kita pun tinggal di Airbnb. Petunjuk untuk mencapai apartemen sudah diberikan lewat email. Jadinya kita udah tau harus tiba di stasiun apa dan mengambil exit nomor berapa.

Tadinya sepertinya mereka mau menunggu kita di apartemen supaya bisa memberikan kunci apartemen ke kita. Tapi berhubung kita mampir ke Ikebukuro dulu jadinya kita bilang ke mereka kalo kita bakal telat dan meminta supaya kunci ditinggal di apartemen aja. Karena di apartemen ada lockbox yang pake nomor gitu. Jadi tinggal putar ke nomor kombinasi.

Apartemen yang ini lebih gede dari yang di Osaka. Dan bisa muat 1 orang lagi kalo ada 3 orang tapi orang ketiga harus bobo di lantai. Apartemennya didekor artistik dan bersih walaupun gedungnya tampak cukup tua. Apartemen ini lebih mirip hotel karena ngga ada mesin cuci dalam apartemen tapi tetap tersedia kompor kecil kalo memang mau masak.

Ini link untuk listing Airbnb apartemen tersebut : https://www.airbnb.com/rooms/15381561. Sekedar infor…

Ramen Ippudo - Ikebukuro, Tokyo, Jepang

Makan ramen di Ippudo ini rada dadakan. Wawa biasanya ngga suka diajak makan ramen di Amrik sini. Alasannya mahal. Ramen di sini berkisaran $9-$11. Rasanya kebanyakan sih enak ya. Cuma kalo dibandingkan misalnya dengan mi kuah Vietnam yang berkisaran $8-$9 ya memang lebih mahal ya. Tapi kan beda banget donk rasanya ?

Makanya di daftar kuliner yang aku bikin cuma ada 1 ramen tapi malah ngga kita cari. Yang ada yang rada dadakan kayak Ippudo ini.

Ippudo memang banyak cabangnya bisa dibilang hampir di setiap negara di Asia Tenggara. Yang aku tahu bahkan di Jakarta katanya ada satu ya. Coba tolong dikonfirmasi untuk teman yang pernah cobain.