Makan Saat Jetlag dan Antri Ramen - Haneda, Tokyo, Jepang
Setelah sampai di kamar dan bebersihan sedikit aku dan Wawa siap keluar mencari makan. Wawa kangen makan ramen. Untungnya ada sebuah resto ramen yang lumayan dekat dan buka. Selebihnya ada beberapa yang baru buka sekitar pukul 6 atau pukul 7. Masalahnya kami belum tentu masih melek. Ngantuk karena jetlag.
Resto ramen yang kami coba tersebut sepertinya ramen gagrak Yokohama. Kuahnya mungkin simpel seperti shio (garam) dengan minyak yang keliatan jelas di atas sup. Mie ramennya agak tebal dan dimasak pas sehingga cenderung kenyal. Setiap mangkuk dikasih 3 helai nori, chasiu dan bayam. Lumayan banget untuk mengisi perut. Aku dan Wawa balik ke hotel kenyang. Dan benar saja, ngga lama kemudian setelah selesai mandi, kami berdua tidak bisa menahan rasa ngantuk.
Tapi esok harinya kami bangun pagi. Pesawat akan berangkat pukul 8:55 pagi. Sehingga kami harus berada di airport seenggaknya pukul 6:30. Menurut info yang aku dapat, kereta mulai beroperasi pukul 5:30. Berhubung aku dan Wawa sudah melek pukul 4 pagi akhirnya kami putuskan untuk berjalan ke airport Haneda. Dari hotel hanya sekitar 45 menit dengan berjalan kaki. Dan karena musim panas, pukul 5 pagi pun sudah terang sekali dan jalanan pun sudah ramai dengan kendaraan dan pejalan kaki.
Sampai di airport aku dan Wawa berusaha mencari tempat makan. Kebanyakan restoran di luar terminal buka sekitar pukul 8. Karena ngga mungkin bisa menunggu sampai pukul 8 kami pun memutuskan untuk masuk ke dalam Terminal. Semua toko masih tutup kecuali sebuah kedai ramen di sebuah tempat yang keliatan seperti food court. Antrian sudah panjang karena tidak ada toko lainnya yang buka.
Aku liat sebuah toko yang menjual souvenir sudah mulai buka sekitar pukul 7. Aku pun masuk membeli beberapa kotak makanan kecil untuk souvenir. Sehabis itu aku dan Wawa memutuskan untuk ikutan antri di kedai ramen. Sambil antri aku celingukan dan melihat sebuah antrian lainnya yang ternyata untuk takoyaki. 😋
Aku bujuk Wawa untuk antri takoyaki. Untung saja karena antrian untuk kedai ramen bergerak perlahan sekali. Seorang pria di belakangku akhirnya memutuskan untuk cabut karena kehabisan waktu. Aku pun sempat was-was karena waktu keberangkatan semakin dekat.
Akhirnya kami mendapatkan pesanan ramen sekitar pukul 8:20 ! Langsung buru-buru makan dan bergerak menuju ke gate.
Bagaimana rasa ramen dan takoyakinya ? Ramennya enak sekali. Lebih enak dari ramen yang kami makan semalam. Dan aku bilang untuk harga yang termasuk murah JPY 1040 (IDR 108,180) kualitasnya luar biasa. Takoyakinya dibandrol JPY 770 (IDR 80,100). Untuk takoyaki kami berdua merasa rasanya dan penampilan ngga terlalu istimewa.







Comments
Post a Comment
Tinggalin pesan dan kesan donk !