Posts

Showing posts with the label jepang

Makan Saat Jetlag dan Antri Ramen - Haneda, Tokyo, Jepang

Image
Setelah sampai di kamar dan bebersihan sedikit aku dan Wawa siap keluar mencari makan. Wawa kangen makan ramen. Untungnya ada sebuah resto ramen yang lumayan dekat dan buka. Selebihnya ada beberapa yang baru buka sekitar pukul 6 atau pukul 7. Masalahnya kami belum tentu masih melek. Ngantuk karena jetlag. Resto ramen yang kami coba tersebut sepertinya ramen gagrak Yokohama. Kuahnya mungkin simpel seperti shio (garam) dengan minyak yang keliatan jelas di atas sup. Mie ramennya agak tebal dan dimasak pas sehingga cenderung kenyal. Setiap mangkuk dikasih 3 helai nori, chasiu dan bayam. Lumayan banget untuk mengisi perut. Aku dan Wawa balik ke hotel kenyang. Dan benar saja, ngga lama kemudian setelah selesai mandi, kami berdua tidak bisa menahan rasa ngantuk. Tapi esok harinya kami bangun pagi. Pesawat akan berangkat pukul 8:55 pagi. Sehingga kami harus berada di airport seenggaknya pukul 6:30. Menurut info yang aku dapat, kereta mulai beroperasi pukul 5:30. Berhubung aku dan Wawa sudah me...

Semalam di Haneda, Tokyo

Image
Untuk perjalanan kali ini, tiket kami mengharuskan transit 15 jam di Haneda. Tadinya aku sempat ragu tapi merasa mendapatkan kesempatan untuk makan makanan Jepang asli di negara asalnya. Pada saat aku membeli tiket tersebut Jepang masih mengharuskan minimum 3 vaksin untuk boleh masuk. Jadi aku merasa ngga ada harapan bisa masuk. Tapi menghibur diri karena masih bisa menikmati makanan dalam terminal. Saat-saat terakhir ternyata Jepang sudah menghapus keharusan 3 vaksin. Yay 😍 Hotel Henn Na Tokyo Haneda Dari airport Haneda ke hotel Henn Na cuma 2 stasiun dengan menggunakan kereta Keikyu line. Harga tiket JPY 190 (IDR 19800). Aku ngga beli suica card atau pun kartu lainnya karena cuma transit 15 jam. Untuk yang tinggal lebih lama di Tokyo sebaiknya membeli suica atau yang sebangsanya karena memudahkan untuk naik bus dan kereta. Selain itu juga bisa digunakan untuk membeli barang di toko-toko seperti 7-Eleven, Family Mart, dll. Jalur kereta di Jepang bisa membingungkan untuk orang yang ng...

Vancouver - Seattle - Haneda

Image
credit to creazila Setelah menyelesaikan segala urusan di Vancouver, aku dan Wawa akhirnya untuk melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Aku dan Wawa akan mampir beberapa hari di Hong Kong untuk bertemu famili. Tante dan keponakan. Vancouver - Seattle Pesawat mungil dengan tempat duduk 2-2. Tapi jarak antara Vancouver - Settle begitu dekat. Jadi bisa ditempuh dalam waktu 50 menit. Airport Seattle sangat besar dengan terminal yang terpisah dan harus dicapai dengan menggunakan kereta. Setelah puas mencapai gate, aku dan Wawa lalu mencari tempat duduk sambil merencanakan makan pagi. Pagi itu kami berangkat dari rumah pukul 4 pagi jadi belum sempat sarapan. Tapi setelah melihat pilihan makanan yang ada, aku cuma membeli secangkir coklat panas. Pesawat kami yang selanjutnya akan berangkat pukul 11 lebih jadi kami masih harus menghabiskan banyak waktu di terminal. Seattle - Haneda Untuk rute ini, tempat duduknya 2-4-2. Untungnya aku dan Wawa mendapatkan tempat duduk dekat jendela. Sepanjang per...

Terrace House - Reality Show ala Jepang

Image
Aku bingung kasih terjemahan untuk reality show tapi artinya adalah acara tersebut dibuat tanpa naskah. Jadi orang-orang yang terlibat adalah orang biasa dan bukan aktor/aktris dan mereka bicara sesuka mereka tanpa naskah. Untuk Terrace House ini latar belakangnya di Jepang dan pendukungnya adalah 3 orang pria dan 3 orang wanita yang ditempatkan di sebuah rumah bagus. Mereka dikasih mobil untuk transportasi tapi selebihnya terserah mereka. Aku nonton Terrace House ini lewat Netflix jadi kurang jelas kalo bisa nonton lewat lainnya. Mungkin YouTube ? Dan Terrace House ini sudah beredar sejak tahun 2012 tapi mulai kerja sama dengan Netflix tahun 2015. Yang sekarang aku tonton adalah Season 4 - Opening New Doors (Membuka Pintu Baru) ini mulai beredar akhir Desember 2017. Ngga jelas deh totalnya ada berapa episode. Sekarang aku sudah sampai episode 34. Jadi 3 orang pria dan 3 orang wanita ini sama sekali tidak saling mengenal. Mereka bertemu pertama kali di rumah Terrace House terse...

Oleh Oleh Jepang

Image
Pengen tau oleh-oleh apa sih yang aku beli di Jepang ? Silakan simak gambar-gambar berikut. Mangkok-mangkok cantik tersebut aku ngga jadi beli karena berat. Tapi aku pikir mereka cantik-cantik dan cuma JPY100 (IDR13000). Demikian pula pewarna kuku yang mungil-mungil tersebut aku ngga jadi beli walaupun harganya juga murah cuma JPY100. Aku pikir mungil untuk kado bagi teman-teman cewe. Kebanyakan oleh-oleh yang aku beli adalah makanan kecil karena enteng dan mudah dibagikan. Jadi kebanyakan makanan kecil yang aku beli di Donquijote (Donki) adalah paket keluarga kali ya yang dalamnya banyak bungkusan kecil. Nah jadinya aku tinggal bikin kantong hadiah gitu. Setiap kantong dapat sedikit ini dan sedikit itu. Jadi semua orang kebagian nyicipin.

Lucky Bag alias Fukubukuro (Kim Dao dari Youtube)

Image
Kim Dao dari Youtube Beberapa tahun yang lalu aku ngga sengaja sedang menonton video Youtube dari Kim Dao. Dia menunjukkan hasil belanjaannya dalam bentuk fukubukuro alias lucky bag alias kantong keberuntungan. Wah, apa pula itu ? Di Jepang setiap tahun baru toko-toko menyiapkan kantong-kantong yang mereka jual dengan harga pas. Untuk baju-baju seperti Wego, Adidas, Forever 21 biasanya harganya sekitar JPY10,800 atau IDR 1,460,000. Isinya tergantung keberuntungan kamu. ha..ha.. Makanya aku pikir seru juga ya.

Sapporo - Taipei - Jakarta

Image
Hari ini kita akan terbang ke Taipei kemudian bermalam di airport. Esok harinya kita akan terbang ke Jakarta. Pagi harinya aku masih berusaha mencari oleh-oleh untuk ortu. Coba ke Mitsukoshi tapi barang-barang di situ kurang cocok ya. Akhirnya nyerah deh. Cari makan aja. Pilihan jatuh pada Coco Curry.  Tempatnya dekat dengan hotel. Jadinya kita bisa nitip koper dulu setelah cek out. Habis makan kita bawa koper ke halte bis untuk menunggu bis ke Airport Chitose. Ongkos bis JPY1030 (IDR135rb). Dibayar dengan cara memasukkan duit ke mesin penerima yang letaknya di samping pak supir. Airportnya sepi. Mungkin karena pasca gempa bumi yang terjadi sekitar dua minggu lalu. Kita cek in dan masuk ke dalam karena ngga banyak yang bisa dilihat di luar. Bagian dalam juga lumayan sepi. Beberapa toko tutup memang karena pasca gempa bumi. Food courtnya mungil tetapi lumayan ramai. Wawa sempat beli es krim rasa melon. Mumpung masih di Sapporo harus menikmati es krim. Aku cuma beli oleh-oleh h...

Caper Jepang : Hari Ketiga di Sapporo

Image
Hari ini merupakan hari terakhir kita di Jepang. Besok kita akan terbang ke Taipei dan kemudian ke Jakarta. Karena baju-baju sudah kotor jadi aku akan mencuci baju dulu sebelum ke Jakarta biar sampai di situ kita memiliki baju ganti. Pagi hari aku turun ke lantai dua untuk membeli sabun untuk cuci baju. Ongkosnya JPY100 untuk 2 bungkus. Tapi berhubung aku cuma perlu satu jadi yang satu lagi aku balikin ke mereka. Untuk menggunakan mesin cuci kalo ngga salah JPY200 dan untuk mesin pengering JPY100. Jadi total JPY500 (IDR 67rb) untuk mencuci baju aku dan Wawa. Aku ngga tahu ya itu totalnya berapa kilo. Tapi kira-kira 6-7 kaus dan sekitar 3 celana pendek kali ya. Ngga ada jeans atau celana panjang. Setelah masukin baju kotor ke mesin cuci, kita keluar membeli makan pagi. Kita mampir ke Donquijote (Donki) untuk melihat-lihat. Akhirnya kita beli 2 nasi kepal (onigiri), sebotol minuman blueberry dan sekotak mi instan. Terus kita mampir ke 7 Eleven untuk membeli sebungkus kol iris dan s...

Caper Jepang : Hari Kedua di Sapporo

Image
- Hokkaido Government Building - Sarapan pagi kita di lantai dua hostel/hotel kita. Mereka memiliki tempat ngumpul yang asyik banget. Tempatnya luas dan dekornya bagus. Ada TV di situ juga bisa bikin minuman panas karena ada teko air panas. Terus ada kulkas kalo mau simpan jus. Mau bikin makanan panas juga bisa, tapi aku sama Wawa cuma minum teh panas sama makan biskuit dan makanan kecil yang kita beli dari Daiso semalam. Untuk melihat perincian pengeluaran kita di hari kedua di Sapporo ini, silakan simak bagian akhir dari posting ini. Kalo ada pertanyaan silakan kasih komentar ya. Hari ini kita rencana keliling kota aja dengan jalan kaki. Ada beberapa tempat yang agak jauh keluar kota tapi aku belum tau apa mau beli pass. Jadinya sementara kita ngiderin yang dekat-dekat aja.

Grids Sapporo Hotel + Hostel - Sapporo, Jepang

Image
Untuk perjalanan ke Jepang kali ini aku berusaha berhemat tapi juga tetap memperhatikan unsur kenyamanan. Makanya sebagian besar akomodasi yang kita tinggal adalah hotel. Sebagian besar memiliki kamar mandi dalam. Tapi untuk Sapporo aku memberikan perkecualian. Pertama ulasan untuk hostel Sapporo Grids ini sangat bagus dan aku lihat foto-fotonya juga bagus-bagus. Jadi aku putuskan untuk membooking hostel ini walaupun kita tidak memiliki kamar mandi dalam dan juga WC. Letak hostel ini sangat strategis lho. Yaitu di salah satu bagian dari Tanukikoji shopping street. Seperti umumnya shopping street di Jepang yang merupakan deretan toko dan restoran yang beratap tapi tidak berAC jadi hanya berudara segar aja. Konsepnya lebih tradisional dan berbeda dengan mall yang biasanya berAC.

Caper Jepang : Dari Osaka ke Sapporo

Image
Ini merupakan cerita perjalanan aku dan Wawa menjelajahi Jepang bulan September 2018. Silakan lihat perincian biaya per hari di bagian akhir posting ini. Jangan lupa tinggalkan komentar ya ! Airport Kansai biarpun sudah dibuka tapi airportnya termasuk sepi. Kita belum sempat makan pagi karena berangkat lumayan pagi. Untungnya di airport terdapat sebuah 7 Eleven yang harganya kayaknya sama seperti di luar airport. Jadi kita bisa membeli beberapa makanan kecil untuk mengganjal perut sampai makan siang di Sapporo nanti. Karena rencana kita mau makan di sebuah restoran ramen di airport di Sapporo. Penerbangan dari Osaka ke Sapporo memakan sekitar 2 jam. Begitu sampai di airport New Chitose di Sapporo, kita langsung mencari tempat makan. Ternyata karena gempa bumi yang terjadi sekitar 10 hari sebelum kita sampai di situ membuat airport tersebut belum berfungsi secara penuh kembali. Jadi kita langsung mencari bis ke kota dengan niat langsung ke hostel. Dengan petunjuk dari situs chu...

Makanan yang kudu dicoba di Osaka

Image
Tahun lalu pertama kalinya aku dan Wawa ke Osaka karena makanan ini. Makanan ini merupakan khas Osaka dan kudu dicoba kalo kalian belum pernah mencobanya. Bentuknya bulat seperti bakso terbuat dari tepung terigu, bonito flakes (irisan tipis yang terbuat dari ikan), asinan jahe, daun bawang dll. Oh ya dan isinya adalah gurita makanya dinamakan takoyaki (gurita panggang). Takoyaki yang original biasanya dikasih semacam saus coklat yang sedikit manis, asin dan gurih. Tapi tergantung sang penjual biasa mereka diberikan sedikit perbedaan, misalnya mayones, atau bumbu-bumbu lainnya yang membuat bola gurita mereka berbeda. Kali ini karena kita ngga bakalan ngetem di daerah Dotonbori makanya kita memutuskan untuk nyobain takoyaki berdasarkan petunjuk oom Google. Tempat pertama yaitu Takoyaki Wanaka yang memiliki beberapa lokasi tapi yang kita kunjungi dekat dengan stasiun Namba. Tinggal digoogle aja.

Caper Jepang : Hari Kedua di Osaka

Image
- Tsutenkaku di malam hari - Rencana pagi ini adalah mencari tempat keberangkatan bis menuju Kansai Airport. Jadi ceritanya kita akan terbang ke Sapporo dari Kansai. Kebetulan banget sebelum kita sampai di Osaka sekitar dua minggu sebelumnya Osaka dilanda badai gede banget yang menyebabkan jembatan yang menghubungkan airport dengan kota terputus. Biarpun sebagian sudah diperbaiki tapi lalu lintas belum lancar banget. Kalo ngga salah di hari keberangkatan, kereta sudah mulai beroperasi. Tapi aku dan Wawa ngga mau mengambil resiko dengan naik kereta. Jadi kita memutuskan untuk naik bis saja. Bis yang menuju airport bisa dinaiki dari berbagai lokasi. Untuk kami yang tinggal di daerah Abeno, bisa naik dari Abeno Haruka.

Hotel Taiyo - Osaka - Jepang

Image
Hotel ini lokasinya dekat sekali dengan stasiun Dobutsuen Mae. Cuma sekitar 2 menit jalan kaki. Malah saking dekatnya, kalo kita berdiri di luar hotel, udah keliatan tanda masuk ke stasiun. Untuk perjalanan ke Jepang kali ini aku menghabiskan banyak waktu di Agoda melihat mungkin sekitar seratus halaman dan juga ulasan mengenai hotel-hotel sebelum memutuskan untuk booking hotel tersebut. Sejauh ini sampai di Kyoto tapi ngga termasuk Odawara (karena Odawara merupakan Airbnb) semua hotel bisa dibilang lumayan banget. Harganya memang rata-rata sekitar USD60 (sekitar IDR870rb). Nah, hotel Taiyo ini termasuk yang di bawah harga rata-rata tersebut. Kita membooking Western Twin untuk 2 malam dengan total harga USD97 (sekitar IDR1,4 juta). Termasuk murah untuk ukuran Osaka dan lokasi yang dekat dengan stasiun. Tapi memang dilihat dari gambarnya aku ngga mengharap banyak. Yang penting bersih. Dan dilihat dari review, semuanya positif. Jadi pas kita cek-in dan mendapatkan kunci, aku rada h...

Shopping di Osaka, Jepang

Image
Aku dan Wawa sebenarnya sudah pernah ke Osaka tahun lalu. Saat itu kita berkunjung ke Tokyo dan Osaka tapi cuma seminggu. Karena sudah pernah ke Osaka jadi kali ini kita cuma tinggal selama dua hari. Dan selama dua hari itu kita coba mengunjungi tempat yang kita belum pernah kunjungi sebelumnya. Salah satunya adalah Tenjinbashisuji Shopping Street. Tenjinbashisuji dibilang shopping street karena memang merupakan sebuah lorong beratap dengan berbagai toko di kiri kanan. Bentuk shopping street ini memang cukup lazim di Jepang dan lebih cenderung ke "pasar" model lama yang beda dengan konsep shopping mall yang lebih moderen. Selama aku dan Wawa mengelilingi berbagai kota di Jepang kali ini kita sempat melihat beberapa shopping street model begini di kota-kota seperti Nagoya, Kyoto, Osaka dan juga Sapporo.

Makan Sepuasnya di Mal Abeno Q - Osaka, Jepang

Image

Dari Kyoto ke Osaka - Jepang

Image
Karena hari ini adalah hari terakhir di Kyoto dan kita akan melanjutkan perjalanan ke Osaka sengaja kita ngga berangkat pagi karena jarak Kyoto-Osaka cuma 50 km. Kalo dengan kereta cuma sekitar 1 jam kurang. Kalo kita sampai di situ terlalu pagi nanti pun ngga bisa cek in ke hotel. Kalo ngga salah kita sampai di situ sekitar pukul 12. Stasiun yang kita tuju adalah Dobutsuen Mae. Hotel kita yaitu Hotel Taiyo dekat benar dengan stasiun tersebut. Ngga sampai 5 menit jalan kaki sudah sampai. Karena belum boleh cek in kita cuma nitip koper dan backpack. Dari situ kita kemudian jalan kaki ke Abeno Q mall yang dekat sekitar 12 menit jalan kaki dari Hotel Taiyo. Hari itu panas (normal sih) tapi karena beberapa hari di Kyoto selalu mendung dan hujan jadi Osaka berasa ekstra panas. Jadinya ngadem di Abeno Q mall berasa enak. Sepanjang hari itu kita cuma di mall aja sampai sekitar pukul 3 baru kita jalan balik ke hotel dan cek in. Malamnya kita cuma beli makanan di Family Mart yang letaknya...

Makan Soba di Kiyomizu-dera - Kyoto, Jepang

Image
Katanya kalo ke Kyoto harus nyobain soba. Lagipula kalo ngga nyobain soba di Jepang bakalan susah mencari restoran yang menjual soba di luar Jepang. Jadi hari itu pas kita selesai menjelajahi Kiyomizu-dera kebetulan kita melihat restoran soba ini. Harganya sedikit lebih mahal tapi masih di batas anggaran makan kita. ha..ha.. Restoran ini letaknya di lantai dua dengan lantai satu adalah toko yang menjual cinderamata kayak kue kering gitu kalo ngga salah. Di bawah ada menu dengan gambar dan harganya jadi kita kira-kira udah tau mau pesan apa dan udah bisa perhitungkan harganya. Jadi ngga kaget pas selesai makan.

Caper Jepang : Hari Ketiga di Kyoto

Image
Seperti juga hari sebelumnya, kita berangkat pagi dari hotel. Tujuannya supaya bisa mengambil foto sebelum para turis lainnya berdatangan. Pagi itu kita tiba di Fushimi Inari sekitar pukul 8. Kita naik bis ke Stasiun Kyoto kemudian naik kereta ke Stasiun Inari. Fushimi Inari merupakan satu-satunya tempat wisata di Kyoto yang aku dan Wawa kunjungi yang lokasinya dekat dengan stasiun kereta. Selebihnya bisa dengan mudah dicapai dengan bis dan sedikit jalan kaki. Kuil Fushimi Inari terdiri dari berbagai bagian. Mulai dari kaki bukit sampai ke puncak Gunung Inari. Berhubung hari masih pagi, aku dan Wawa pun memutuskan untuk mendaki gunung Inari. Terlebih karena adanya beberapa nenek-nenek yang dengan luar biasanya berjalan di depan kita tanpa keliatan lelah. Malu donk kalo kalah sama nenek-nenek.

KB Bake Cheesetart - Kyoto, Jepang

Image
Cheese tart ini merupakan salah satu makanan kecil khas pulau Sapporo karena mereka terkenal dengan berbagai macam produk terbuat dari susu. Makanya aku agak heran juga sewaktu aku melihat ada toko cheese tart kok namanya kayaknya aku pernah dengar. Setelah aku lihat daftar makanan untuk Sapporo baru aku sadar bahwa mereknya tuh sama.