Posts

Showing posts with the label Brunei Darussalam

Hotel The Centrepoint - Bandar Seri Begawan, Brunei

Image
Hotel Centrepoint ini letaknya bersebelahan dengan The Mall Gadong yaitu sebuah pusat perbelanjaan. Aku dan Wawa memilih hotel ini dengan pertimbangan karena bersebelahan dengan mal pastilah lebih mudah mencari makanan. Di sekeliling hotel pun terdapat beberapa resto besar dan kecil. Di hari kami cek in, aku dan Wawa pindah tongkrongan dari Seria ke Bandar Seri Begawan. Untungnya kami mendapatkan tumpangan sehingga menghemat ongkos. Sesampai di hotel belum waktunya cek in tapi resepsionisnya cekatan dan memberitahu kami bahwa kamar kami sudah tersedia sehingga kami boleh langsung masuk. Asyik banget. 😍 Hotel Centrepoint ini merupakan hotel yang tua. Kelihatan dari ruangannya yang besar dan karpet yang kelihatan agak berumur. Jendela di kamar pun cuma separuh sehingga kamar tidak terlalu terang tapi jelas lebih aman. Aku ngga mengambil foto kamar mandi tapi cermin di kamar mandi cocok banget untuk potong rambut karena lokasi tiga buah cerminnya. Sayangnya aku ngga perlu potong rambut t...

Sebuah kota kecil Seria - Brunei

Image
Perjalanan ke Malaysia dan Brunei kali ini sepertinya banyak mengunjungi kota-kota kecil. Pertama yaitu Limbang, kemudian Lawas. Kali ini adalah Seria di Brunei. Wawa menghabiskan masa kanak-kanak di sini makanya tempat ini memiliki tempat istimewa di hatinya. Jiah... 😉 Kami tinggal di The Roomz. Satu-satunya hotel di Seria. Lokasinya strategis di tengah kota. Terus terang aja, kotanya kecil jadi tengah kota cuma seukuran alun-alun deh. 😁 Tapi berhubung tengah kota di situ jadi semua toko dan restoran ya lokasinya di situ deh. Bank, ATM, puja sera dan berbagai toko semua ada di situ. Di seberang jalan terdapat sebuah lapangan besar yang bisa digunakan untuk olahraga. Jadi olahraga bisa jalan sekeliling besar dengan ditemani bunga dan rerumputan. Juga terdapat sebuah arena main anak-anak. Apik sih.

Hotel The Lanes - Tutong, Brunei Darussalam

Image
Setelah seharian di jalan dari Limbang ke Lawas. Kemudian mampir ke rumah sepupu yang di Lawas. Makan siang di Lawas kemudian diantar untuk bertemu sepupu di Brunei. Oleh sepupu di Brunei kami diturunkan di dekat hotel Centrepoint untuk bertemu sepupu dari Kampung Lugu. Rupanya tante dari Wawa hari itu merayakan ultah ke 93. Jadi kami semua diundang ke pesta ultahnya. Malam itu akhirnya kami didrop di hotel The Lanes di Tutong. Hotel itu merupakan satu-satunya hotel di Tutong. Untuk ukuran Tutong, hotel tersebut bagus sekali. Sepertinya baru selesai direnov. Lobinya kalo ngga salah di lantai 7. Tapi kamar kami malah di lantai 5. Bentuk gedungnya agak melonjong sehingga kamar kami yang letaknya agak di ujung harus melalui koridor yang lumayan panjang. Bentuk kamarnya pun agak aneh seperti ada sudut. Kamar mandinya pun memanjang. Tapi semuanya bagus dan kelihatan baru. Bersih. Karena sudah capek, kami bebersih dan langsung menuju pulau kapuk. Baru esok harinya kami berkesempatan melihat ...

Jalan Jalan Brunei - Hari Terakhir

Image
Ngga disangka 6 hari di Brunei pun berlalu. Hari ini hari terakhir, kita bersiap-siap untuk cek out setelah makan pagi di food court di pasar. Rencananya Abdul akan menjemput dengan mobilnya sekitar pukul 12. Kemudian kita akan menelusuri jalan lama untuk balik ke Bandar Seri Begawan. Sepanjang jalan kita akan mampir di sana sini untuk mengambil foto. Kalo masih ada waktu saat tiba di Bandar Seri Begawan kita bisa mampir di Empire Hotel. Luagan Lalak di Labi Semasa kanak-kanak sampai remaja, Wawa beberapa kali mengunjungi hutan Labi. Jadi perjalanan ke Labi kali ini membawa kenangan balik. Bahkan Abdul, supir kita, mengakui doi belum balik lagi ke Labi sejak jaman latihan militer. Aku liat dia sepertinya juga menikmati Luagan Lalak (Danau Lalak). Tempatnya bagus sih tapi berbau agak misterius gitu. Apalagi pas kita lagi mengambil foto, mendadak terdengar suara air yang kencang. Seakan-akan ada monster yang baru menggoyangkan ekornya. Syerem ah.😓 Menemukan Rumah Masa Kecil  💕 Sala...

Jalan Jalan Brunei - hari kelima

Image
Seperti biasa aku dan Wawa sudah keluar mencari pasar. Tujuannya selain untuk mencari jajanan pasar juga sekalian olahraga pagi. Maklum kalo pas lagi jalan-jalan begini biasanya susah untuk olahraga jadi harus ingat untuk tetap olahraga. Cerita mengunjugi pasar bisa disimak di sini ya. Kunjungan ke Seria Sehabis itu kita putuskan untuk mengunjungi Seria yaitu lokasi sekolah Wawa sampai tamat SMA. Memang sekolahnya sudah ditutup jadi Wawa agak sedih juga sih. Tapi gedung sekolahnya masih di situ. Kota Serianya termasuk kecil, terdiri dari beberapa deretan toko-toko dan restoran juga cafe. Yang besar adalah pujaseranya yang bernama Kompleks Sri Selera. Sewaktu aku dan rombongan sampai adalah saat makan siang. Beberapa toko yang buka mungkin sekitar 6 atau 7 gerai kebanyakan adalah makanan Melayu. Hanya sebuah yang menjual kwetiau goreng itu pun aku temukan secara tidak sengaja. Katanya sih pujasera ini lebih ramai di pagi hari. Sayangnya esok harinya walaupun kita berencana hendak ke sit...

Gerai Bunga Simpur Food Court - Kuala Belait, Brunei

Image
Pujasera sederhana ini dekat banget dengan hotel tempat kami berdiam di Kuala Belait. Ngga sengaja aku dan Wawa menemukannya pas habis mencari pasar. Dan kelihatannya lumayan. Sewaktu aku dan grup ke situ pas malam hari ternyata yang berjualan beda dan kelihatannya kurang asyik. Jadi esok harinya kita putuskan untuk ke situ untuk makan siang. 😃 Kwetiau goreng siram dengan baso ikan. Mee goreng. Ayam penyet dengan sambal. Soto ayam spesial. Spesial karena telor dadar. Gerai Bunga Simpur H5MV+29G, Jalan Bunga Simpur, Kuala Belait, Brunei +923217845296

Kota Kecil Seria - Brunei

Image
Setelah kunjungan ke food court di pasar (Old KB market stall), rombongan kami balik ke hotel untuk beberes. Kemudian kita berusaha mencari grab untuk membawa rombongan ke Seria yang sebenarnya ngga terlalu jauh. Tapi grab di Kuala Belait susah banget dicari. Di Brunei, grab dinamakan Dart. Aplikasinya ngga gitu bagus tapi di kota besar seperti Bandar Seri Begawan masih lumayan mencari kendaraan. Di Kuala Belait wah susah bener. Karena ngga ada kendaraan yang muncul akhirnya rombongan kami terpisah. R, M and Y mencoba mencari kendaraan umum ke Seria. Sementara aku dan Wawa mencoba mencari Dart. Ternyata setelah rombongan kami menjadi lebih kecil, kita bisa mendapatkan kendaraan. Memang ngga mudah mencari kendaraan untuk membawa 5 orang. kwetiau goreng dari Kompleks Sri Selera di Seria Indomie dengan ayam penyet Soto ayam (soto Brunei) Sate ayam - enak banget Bakpao gede @ Soi Heng Coffee Shop Teh tarik @ Soi Heng Coffee Shop

Mblusukan Pasar di Kuala Belait - Brunei

Image
Wawa semasa kecil menghabiskan cukup banyak waktu di Kuala Belait. Lagipula sewaktu terakhir balik ke Brunei dia diajak jalan-jalan ke Kuala Belait. Jadi menjelajahi jalanan Kuala Belait membawa banyak memori. Salah satu memori yang doi ingat adalah pasar tua Kuala Belait (Old KB Market Stall). Jadi di hari kedua kita berdua bangun pagi dan mencari pasar ini. Ternyata memang ini adalah pasar yang dulu dia kunjungi.  Pasar ini tidaklah aktif yang masih di situ adalah food courtnya di lantai dua. Satu bagian untuk makanan non halal dan satu bagian lagi untuk makanan halal. Aku lihat bagian makanan non halal lebih rame. Pilihan makanan yang ada rada mirip-mirip yaitu kolo mee (mirip bakmi), kwetiau goreng, bubur, dan kari laksa.  Berhubung masih pagi jadi aku dan Wawa cuma melihat kedai kue dan membeli 2 jenis kue. Yang satu mirip dengan choi pan dan yang satu lagi kelihatan seperti cakwe bulat. Bagian luar pasar tua (old KB market stall) food court di lantai 2 kue yang mirip cho...

Nyobain Makanan Nasional Brunei

Image
Biarpun Wawa katanya lahir dan tinggal lama di Brunei, doi ternyata ngga tau kalo Brunei memiliki makanan nasional bernama ambuyat. Jadi waktu kita berkunjung kemarin temannya menyarankan untuk mencoba ambuyat dia sempat terheran-heran.  Tapi waktu kita sarankan sama rombongan kita, mereka tidak terlihat antusias tuh. 😃 Jadi aku sama Wawa ya sudahlah. Eh ternyata pas ketemuan dengan keponakan Wawa, kita diajak makan ambuyat. Memang takdir kali ya. hahah Ambuyat terbuat dari bagian dalam pohon sagu. Terus terang biarpun dulu belajar di sekolah tapi ngga pernah nyobain tuh. Setelah dimasak, ambuyat ini agak lengket seperti layaknya kita pas bikin lem pakai sagu. Jadi makannya harus menggunakan alat semacam sumpit, kemudian dicocol ke sambal. Ambuyat itu namanya juga makanan pokok ya, jadi semacam nasi deh dan harus dimakan dengan lauk. Resto ini menawarkan paket ambuyat dengan lauk. Jadi kita bisa pesan lauk tambahan. Q Inn Restaurant KB Light Industrial Complex Address: Block 2-4B ...