Posts

Showing posts with the label makanan

Guu Fusion Roti & Tea - Chiang Mai, Thailand

Image
Habis ajak makan malam ipar dan keponakan mereka rupanya masih lapar. Maklum deh anak muda. Tapi terus terang makan malamnya memang porsinya agak sedikit jadi aku pun masih ada ruangan untuk makanan kecil. Tergantung deh apa ya yang tersedia. Kebetulan lewat resto di daerah Nimman ini kok rame ya. Ternyata mereka menjual makanan kecil semacam roti. Roti di Thailand itu seperti martabak telurnya Indonesia tapi kebanyakan rasanya manis dan merupakan makanan kecil. Roti ini sepertinya merupakan makanan khas dari Thailand bagian selatan yang lebih banyak dihuni kaum Muslim. Mungkin pengaruh makanan Timur Tengah ? Kami memutuskan untuk duduk di luar karena saat itu hujan masih agak gerimis tapi adem di luar dan enak. Mejanya agak kecil sehingga kami harus berdesakan sedikit. Sambil menunggu pesanan datang, aku lihat di seberang jalan ada penjual mangga dengan ketan. Aku pun pergi membeli untuk sharing. Cuma sekitar THB60 (IDR 27300). Mangganya ngga terlalu banyak dan kelihatan agak pucat. T...

Makan Makan Gaya Kuching - Kuching, Malaysia

Image
Untuk foto-foto makanan lainnya, silakan simak blog aku yang ini ya : http://sweetcumi.blogspot.com/2022/11/topspot-foodcourt-kuching-malaysia.html http://sweetcumi.blogspot.com/2022/11/abee-traditional-buns-kuching-malaysia.html http://sweetcumi.blogspot.com/2022/11/hong-kong-pau-cafe-kuching-sarawak.html

Gerai Bunga Simpur Food Court - Kuala Belait, Brunei

Image
Pujasera sederhana ini dekat banget dengan hotel tempat kami berdiam di Kuala Belait. Ngga sengaja aku dan Wawa menemukannya pas habis mencari pasar. Dan kelihatannya lumayan. Sewaktu aku dan grup ke situ pas malam hari ternyata yang berjualan beda dan kelihatannya kurang asyik. Jadi esok harinya kita putuskan untuk ke situ untuk makan siang. 😃 Kwetiau goreng siram dengan baso ikan. Mee goreng. Ayam penyet dengan sambal. Soto ayam spesial. Spesial karena telor dadar. Gerai Bunga Simpur H5MV+29G, Jalan Bunga Simpur, Kuala Belait, Brunei +923217845296

Kota Kecil Seria - Brunei

Image
Setelah kunjungan ke food court di pasar (Old KB market stall), rombongan kami balik ke hotel untuk beberes. Kemudian kita berusaha mencari grab untuk membawa rombongan ke Seria yang sebenarnya ngga terlalu jauh. Tapi grab di Kuala Belait susah banget dicari. Di Brunei, grab dinamakan Dart. Aplikasinya ngga gitu bagus tapi di kota besar seperti Bandar Seri Begawan masih lumayan mencari kendaraan. Di Kuala Belait wah susah bener. Karena ngga ada kendaraan yang muncul akhirnya rombongan kami terpisah. R, M and Y mencoba mencari kendaraan umum ke Seria. Sementara aku dan Wawa mencoba mencari Dart. Ternyata setelah rombongan kami menjadi lebih kecil, kita bisa mendapatkan kendaraan. Memang ngga mudah mencari kendaraan untuk membawa 5 orang. kwetiau goreng dari Kompleks Sri Selera di Seria Indomie dengan ayam penyet Soto ayam (soto Brunei) Sate ayam - enak banget Bakpao gede @ Soi Heng Coffee Shop Teh tarik @ Soi Heng Coffee Shop

Nasi Uduk Ayam Bumbu Kuning

Image
Lama ngga makan nasi uduk. Sebenarnya ngga lama-lama banget sih karena bulan Oktober pas pulang ke Indonesia sempat makan nasi uduk. Tapi kangen nasi uduk dengan ayam goreng jadi kemarin ini disempatkan untuk coba-coba bikin sendiri. Kebetulan ada sisa minyak goreng bekas goreng kerupuk. Resep berikut ini didapat dari berbagai sumber. Nasi uduk banyak versinya tergantung bagaimana sukanya. Coba aja cari di Youtube yang keluar banyak bener.  Resep berikut disesuaikan dengan bahan-bahan yang aku punya. Nasi Uduk dengan rice cooker Bahan : beras santan sesuai jumlah beras sedikit garam daun jeruk - ketemunya yang kering jadi aku pakai 5-6 lembar sepenggal sereh (bagian putih saja) keprek Cara memasak : Cuci beras seperti biasa. Tambahkan santan secukupnya. Masukkan garam, daun jeruk dan sereh. Masak seperti memasak nasi biasa. Setelah nasi matang. Tunggu 10 menit sebelum dibuka tutupnya. Setelah 10 menit, buka tutup dan aduk rata.

Makan-Makan di Sapporo - bagian kedua

Image
Ramen Republic Ramen Republic ini semacam food court khusus untuk ramen. Terdiri dari 5-6 kedai ramen semuanya di satu tempat. Kalo doyan ramen, boleh tuh mampir di lantai 10 Esta complex di Stasiun Sapporo. Kalo udah sampai di stasiun tinggal ikutin petunjuk aja. Yang kita cobain adalah kedai ramen yang namanya Yoshiyama Shouten. Kita pesan ramen rasa garam (shio ramen) dan ramen dengan miso dan kuah ikan (fish broth). Aku masih penasaran dengan ramen rasa garam. Karena kebanyakan tempat biasanya menyajikan shoyu ramen (kecap) atau miso ramen (miso). Di sini shio ramennya kuahnya ngga jernih amat tapi masih tetap memiliki minyak. Mungkin itu rahasia kuahnya kali ya. Untuk topping dikasih irisan jamur kuping, rebung dan dua helai irisan babi. Maaf untuk teman-teman yang Muslim karena yang ini pasti tidak halal. Untuk ramen miso dengan kuah ikan sepintas kelihatan mirip dengan ramen rasa garam karena kuahnya juga pekat warna coklat. Toppingnya dikasih irisan daun bawang, sehela...

Makan-makan di Sapporo - bagian pertama

Image
Ada beberapa video di Youtube yang bertema Sapporo dan mereka membicarakan makanan-makanan yang kudu dicoba selagi di Sapporo dan juga Hokkaido secara umumnya. Soup Curry Seperti juga namanya makanan ini memang merupakan variasi dari kari. Untuk yang belum pernah nyobain kari ala Jepang silakan deh dicoba. Aku tadinya pernah coba bikin sendiri di rumah pake bumbu instan gitu. Hasilnya ngga gitu enak jadi aku berkesimpulan kari Jepang itu ngga enak. Tapi pas kita di Nagoya, disuguhi makanan pagi di sebuah hotel . Salah satu makanan paginya adalah nasi dengan kari Jepang. Wah ternyata enak lho. Habis itu jadi pengen tahu dan pengen nyobain lagi. Silakan simak posting berikut untuk melihat gambar makan pagi sewaktu kita di Nagoya. Nah soup curry ini rada mirip dengan kari ala Jepang, tapi karinya disajikan terpisah dengan nasi. Dan kuahnya ngga sebanyak kari biasa yang lebih pekat. Kita nyobain soup curry ini di Rojiura Curry Samurai. Lokasinya dekat dengan hotel kita cuma se...

Caper Jepang : Hari Ketiga Odawara

Image
Acara lari Wawa akan mulai sekitar pukul 10. Tapi berhubung Wawa belum mendapatkan nomor dada jadi doi agak risau. Wawa bilang dia perlu ke tempat pertemuan agak pagian. Jadilah kita keluar apartemen setelah memakan sisa makanan dari hari sebelumnya. Setelah Wawa memulai lari di titik awal, aku pun balik ke apartemen kita. Kita janjian ketemu untuk makan siang setelah acara larinya selesai. Aku udah siapkan baju ganti dan baju renang untuk kita berdua. Rencananya setelah makan siang kita akan jalan ke Yunessun untuk main air dan berendam di kolam air panas. Pokoknya asyik deh. Kita makan siang di Sukiya sebuah resto waralaba yang terkenal dengan masakan daging sapi yang disajikan dengan nasi. Mirip-mirip Yoshinoya yang di Indonesia deh. Aku pesan daging dengan nasi dan topping tambahan kimchee. Sedangkan Wawa karena lapar berat pesan kombo yang terdiri dari daging, unagi dengan nasi. Selain itu juga ada salad dan sup miso.

Richmond Night Market - Richmond, British Columbia

Image
Seafood okonomi yang dijual di kios Okonomi Bites Richmond Night Market ini sebenarnya udah ada sejak tahun 2000. Biasanya cuma dibuka di musim panas antara bulan Mei dan bulan Juli. Sempat tutup tahun 2007 dan baru dibuka kembali tahun 2012. Nah sejak itu mereka mulai memberlakukan tiket masuk. Harga tiket masuk sekarang adalah CAD4.25 (sekitar IDR46500). Atau kalo membeli Zoom Pass yang harganya CAD 25 bisa masuk untuk 6 orang dan ngga perlu ngantri. Jam buka pasar malam ini adalah hari Jumat-hari Minggu jam 7 malam sampai jam 12 malam. Kita sebenarnya udah lama mendengar mengenai pasar malam ini. Cuma kadang-kadang kita ke Vancouver di awal bulan Mei atau di bulan September sehingga waktunya kurang tepat. Kali ini berhubung udah dengar lama jadi pengen tahu juga seperti apa sih pasar malam ini. Jadi kita pun mengajak beberapa teman untuk pergi bersama.

Ikea Cafe - Vancouver, Kanada

Image
Kali ini ke Vancouver kita sempat mampir ke Ikea. Beberapa kali malah karena kita harus membeli beberapa barang mungil untuk keperluan apartemen di situ. Sempat mampir ke cafenya juga karena kebetulan makan siang. Cafe yang ini ukurannya sangat luas dibandingkan dengan yang di Emeryville. Dan juga hari itu karena merupakan hari libur di Vancouver jadi antriannya lumayan panjang. Aku tadinya pengen pesan babi panggangnya (sori ya ngga halal). Sekedar penasaran aja karena menu  yang ini ngga tersedia di Emeryville. Tapi ternyata hari itu pun lagi kosong. Jadi akhirnya aku pesan salmon deh. Wawa nyobain butter chicken yang merupakan menu makanan India. Dan teman kita yang ikutan hari itu nyobain menu yang terkenal dari Ikea yaitu Swedish meatball alias bakso, teman teman.

Hardy's @ Mercure Setiabudi Bandung

Image
Makanan pembuka : rice paper spring roll dengan saus segar Kita tiba di Bandung sekitar 11:30 dan begitu selesai makan siang di sebuah resto minang di daerah Dago eh hujan turun deras banget. Terpaksa kita duduk-duduk dulu melihat langit sambil menunggu hujan berhenti. Tapi hujan yang deras akhirnya rada teduh sedikit jadi kita langsung meluncur lagi untuk memulai acara shopping. Silakan baca shopping di Bandung . Selesai shopping kita balik ke mobil menuju hotel Mercure di daerah Setiabudi. Pas lagi ngetem karena macet eh sempat liat gerai ubi bakar Cilembu di sebelah kiri jalan tepatnya dekat lampu merah Jalan Karangsari. Langsung pengen mampir tapi baru sempat parkir setelah lewat lampu merah tepatnya di sebuah toko Indomaret. Jadi ngelantur. Nah malam harinya setelah cek in di hotel mau keluar lagi udah males karena hujan masih sedikit gerimis dan becek. Terlebih setelah dimanja oleh room service di Glow Pratunam , jadi pengen cobain restoran di hotel aja deh. Langsung deh ...

Hari kedua Kuala Lumpur : Istirahat dulu ah

Image
Hari kedua kita bangun pagi karena selain karena musik disko sepanjang malam dari jalan Bukit Bintang di bawah. Tapi memang kita niat untuk ketemu seorang teman yang akan cabut hari itu. Jadi bela-belain cek-out jam 6 pagi dan cari taksi untuk sowan ke rumah teman. Lucunya si oom supir taksi ngga punya GPS jadinya aku pake google maps di hp-ku untuk nunjukkin jalan pas udah dekat. Untung ada beli kartu SIM Digi. ha..ha.. Sampai di rumah teman langsung kita disambut dengan makanan pagi di sebuah kedai kopi dekat rumah mereka. Karena sibuk ngobrol, aku ngga ambil foto. Siangnya kita dijamu di sebuah rumah makan seafood di daerah Klang. Letaknya rada keluar kota dari Kuala Lumpur dan berhubung malam sebelumnya rada kurang tidur, aku langsung gelepek. Bangun-bangun udah sampai restoran. Rada malu juga sih. Tapi Wawa juga bobo-an karena ngantuk. Jadi malunya bisa bagi-bagi.

Hari Ketiga : Hari Terakhir di Penang

Image
Salah satu Penang Street Art Hari terakhir di Penang cuma sekitar setengah hari jadi aku merasa harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Itineraryku untuk Penang lebih berkisar makanan - mo makan di mana dan makan apa. ha..ha.. Tapi ngga bisa donk cuma makan seharian mana ada tempat di perut  ? Jadi akhirnya aku putuskan untuk menjelajahi Penang Street Art yang terkenal itu lho. Penang Street Art Seperti biasa aku dan Wawa bangun pagi, siapin bekal untuk dibawa seperti payung, hp dll. Kemudian kita berangkat menuju halte bis. Siapin uang receh karena bis Rapid Penang kalo jarak dekat cuma RM1.40 (sekitar 4300 rupiah). Naik bis dari halte bis dekat ke hotel Munlustay ke Pasar Chowrasta cuma sekitar 7 menitan. Kalo jalan kaki bisa sekitar 16 menit.

Hari Kedua : Mengelilingi Georgetown

Image
Bakmi pangsit ala Penang Bangun pagi hari kedua di Georgetown aku membuka jendela kamar hotel dan ternyata di luar sedang turun hujan. Asyik. Mudah-mudahan hujan hari ini akan menghapus atau paling ngga mengurangi asap di kota Georgetown ini. Makan Pagi Ala Penang Setelah siap-siap dengan payung, peta, dll aku dan Wawa pun keluar hotel. Hari masih pagi, mungkin sekitar jam 7 lewat. Tujuan kita pagi itu adalah Kedai kopi Kheng Pin yang katanya populer dengan mi pangsit (wonton mee) dan lor bak (sejenis gorengan). Tenggorokan rasanya sedikit kering karena berbagai makanan lezat yang kami santap beberapa hari sebelum perjalanan kami dimulai. Tapi berhubung lor bak ini katanya merupakan salah satu hidangan yang kudu dicoba kalo berkunjung ke Penang. Jadi biarpun tenggorokan rasanya kurang sreg masih juga bela-belain makan gorengan. ha..ha..

Hari Pertama : Jakarta - Penang lewat Singapura

Image
Nasi ayam Hainam di kantin pegawai Changi Terminal 2 Lho ? Pasti pada bingung kok lewat Singapura. Begini lho ceritanya. Waktu aku mulai merencanakan liburan ini aku lihat-lihat tiket penerbangan dari Jakarta ke Penang mulai dari AirAsia, Tiger Air atau pun Jetstar. Selain Penang, aku dan Wawa pun akan mampir ke Kuala Lumpur. Jadi rencana perjalanan adalah Jakarta-Penang-Kuala Lumpur atau Jakarta- KL - Penang tergantung mana yang lebih murah atau itinerary yang lebih bagus. Kebanyakan penerbangan cuma menawarkan satu penerbangan ke Penang atau pun ke Kuala Lumpur. Sedangkan dari Singapura pilihannya lebih banyak. Jadilah kita rencana untuk transit dulu di Singapura. Selain itu Wawa pun dengan suka cita menyambut rencana tersebut karena doi udah kangen dengan nasi hainam ayam di Singapura.

Resto Jing Paradise - Bandung

Restoran ini letaknya bersebelahan dengan hotel Mercure Setiabudi dan dari hotel bisa jalan ke restoran ini melalui tempat parkir hotel. Pas kemarin ini di Bandung kita lagi males keluar makan malam. Jadi pilihan jatuh ke resto Jing Paradise ini. Ada kejadian lucu pas kita lagi mencari jalan ke resto ini. Mendengar informasi dari si satpam kita turun ke tempat parkir dan naik lift dengan memencet lantai 1. Tapi pintu lift tidak mau tutup sehingga aku dan Wawa berpikir liftnya terlalu penuh. Jadi kita berdua pun keluar dan naik tangga. Sampai di lantai atas keliatan bahwa restorannya bukan di situ. Jadi kita pun turun lagi. Ternyata lantai di mana kita naik lift tersebut merupakan lantai 1. Jadi kita seharusnya ngga usah naik lift ! Tapi yang lebih lucu adalah, pas keluar, rombongan kita udah pengen masuk ke lift kembali. Soalnya memang lokasi liftnya yang pas di luar pintu resto. Resto Jing ini dibandrol sebagai fine dining. Jadi aku udah mengharapkan harganya memang sedikit di a...

Resto Cabe Ijo - Jakarta

Image
Letaknya di jalan Muara Karang, lumayan dekat dengan pasar Muara Karang. Ancer-ancer setelah jembatan Muara Karang, perhatikan di sebelah kanan jalan ada belokan yang ada Sun Merry Bakery. Resto Cabe Ijo letaknya pas dekat belokan tersebut. Restoran ini terdiri dari 2 bagian. Pas masuk gelas kaca sepertinya daerah tersebut pun ber-AC tapi untuk yang lebih nyaman, duduklah di bagian yang lebih dalam lagi dengan melalui pintu gelas kaca yang kedua. Pas hari itu aku dan Wawa diajak makan bersama keluarga besar seorang teman. Total kita berdelapan. Makanan yang dipesan terdiri dari cumi terasi, kepiting lada hitam, udang yang dimasak semacam chili crab ala Singapur dan disajikan dengan mantou dan tim ikan dengan kecap. Yang menjadi juara adalah cumi dengan sambal terasi. Keliatannya tidak terlalu menarik karena cuminya ketutupan sambel tapi begitu dicicipi sesendok langsung pengen lanjut lagi. Sambal terasinya berasa banget dan sayur ini cocok dimakan dengan nasih hangat. Ngga perl...

Sarapan pagi Hotel Mercure Setiabudi - Bandung

Image

House of Raminten - Yogyakarta

Image
Es lemon tea, es jeruk nipis dan es dawet  Pas lagi gugel tempat dan restoran yang wajib dikunjungi, nama House of Raminten muncul. Katanya menunya unik dengan nama yang rada-rada nyerempet. Jadi tempat pertama yang aku dan Wawa kunjungi setelah kita mendarat di Yogya adalah House of Raminten. Kebetulan memang sudah waktunya makan siang. Pas sampai di situ, ngga begitu rame, mungkin lagi low season kali ya ? Soalnya katanya kalo malam rame. Mungkin karena tempatnya yang rada terbuka dan ngga ada AC jadi kalo siang ngga rame ? Entahlah, yang pasti siang itu memang ngga terlalu rame. Kita duduk di lantai dasar agak ke dalam di bagian yang cuma muat 2 meja yang memang untuk rombongan mungil. Meja sebelah ditempati seorang gadis dan teman laki-lakinya.

Tea Garden - Pluit, Jakarta

Image
Sup seafood cichai Pas lagi bertandang ke rumah tante, eh liat restoran gede ini yang keliatannya lumayan menarik dari luar. Kebetulan tante mau nraktir makan jadi aku bilang cobain resto ini deh. Jadilah kita meluncur ke situ. Sewaktu kita masuk, di bagian depan terdapat area makan al-fresco yang cocok untuk par pelanggan yang merokok sehingga tidak mengganggu pelanggan yang tidak merokok. Kita berempat memilih duduk di dalam yang berAC. Menu dibagikan pada saat kami masuk sehingga kami tinggal memilih meja sendiri. Kami menghabiskan sekitar 10 menit untuk melihat menu yang lumayan banyak pilihan itu. Tapi biarpun setelah kami siap, ngga ada seorang pun mbak atau mas yang menghampiri meja untuk mencatat pesanan. Jadi kami harus melambai-lambai untuk mencari perhatian. Restonya emang lumayan gede ya dan meja kami letaknya agak jauh dari dapur dan kasir. Tapi memang dibandingkan resto lainnya, jumlah pelayannya ngga gitu banyak.