Posts

Showing posts with the label Melaka

Melaka ke Kuala Lumpur - Malaysia

Image
Bisnya kalo ngga salah pukul 12 siang. Berhubung memang harus cek out pukul 11 jadi kami sudah jalan sebelum pukul 11. Sengaja biar cukup waktu utk makan dulu di terminal sebelum naik bis. Soalnya kemarin itu aku sempat melihat beberapa tempat makan di terminal Melaka Sentral. Sampai di situ seperti biasa aku mencari konter tiket untuk menukarkan reservasi online dengan tiket kertas. Yang ini ongkosnya RM2 per tiket (IDR 6,689). Kemudian kami pergi mencari makan. Setelah melihat pilihan yang ada kami masuk ke sebuah tempat yang menjual nasi semacam warung tegal. Pilih nasi sendiri dan lauk. Wawa sempat memesan roti canai. Orangnya sempat mewanti-wanti kalo pesanan ini agak lambat. Kali2 kita terburu-buru naik bis. Tapi memang agak lama tapi kami banyak waktu kok. Bis pun akhirnya tiba. Setelah tiket kami dipindai di loket otomatis, kami pun keluar dan tinggal naik bis. Wawa sudah meletakkan tas jinjing dan koper di bawah bis. Kami pun naik dengan tas ransel. Sempat melihat dua orang pe...

Hari Ke Delapan Melaka - Melaka, Malaysia

Image
Hari ini ngga seperti hari-hari sebelumnya yang rasanya lebih adem karena anginnya adem. Tapi hari ini udaranya tenang dan ngga berangin. Makanya pas siang hari sudah berasa panas. Makan siang aku dan Wawa mencoba sebuah resto nasi ekonomi. Pertama kali dengar nasi ekonomi aku sempat heran, apa sih nasi ekonomi itu ? Ternyata nasi ekonomi adalah nama keren warung tegal. 😁 Resto nasi ekonomi di Malaysia umumnya adalah layan diri. Jadi begitu sampai di situ, kita boleh mengambil piring sendiri, kemudian menyendok nasi sendiri juga. Habis itu silakan menyimak lauk-pauk yang ada untuk melihat mana yang menarik. Biasanya aku melihat semua lauk dulu baru nanti memutuskan mau mengambil yang mana. Habis itu silakan bawa piring ke konter pembayaran. Di situ sang pemilik atau karyawan akan memberitahu berapa harganya. Bayar dan nikmati. Resto nasi ekonomi ini menyediakan minuman gratis berupa teh dan air putih. Ada beberapa tempat yang menyediakan sup gratis. Harganya biasanya ngga terlalu maha...

Hari Ke Tujuh Melaka - Melaka, Malaysia

Image
Hari ini aku dan Wawa ngga mau jalan terlalu jauh jadi kami mencari tempat makan dekat-dekat Airbnb aja. Pilihan jatuh ke Ratio Beef Fusion. Masih tetap harus menyebrang jalan sih tapi sehabis itu tinggal jalan di emperen pertokoan jadi ngga terlalu panas. Restoran ini ternyata tidak terlalu besar tapi lebih besar dari perkiraan. Dari luar kelihatan tidak terlalu besar tapi sampai di dalam ternyata langit-langitnya tuh tinggi jadi kayak model pergudangan gitu. Aku memilih mi kuah Vietnam pho. Sedangkan Wawa memilih mi kuah sapi ala ratio.  Tempatnya memang sengaja dibikin bagus dan berAC. Kesannya sedikit mewah untuk restoran mi kuah. Makanya harganya bisa dibandrol agak tinggi, total struk untuk kami berdua sekitar RM53 (IDR 176,534). Harga itu termasuk 1 kaleng sprite. Kalo dibandingkan dengan harga mi kuah Vietnam pho di Jakarta sih kurang lebih sama ya. Mi kuah pho enak dan banyak daging sapinya. Dagingnya pun tidak terlalu alot. Mi kuah sapi ala ratio kuahnya gelap (mungkin pa...

Hari ke Enam - Melaka, Malaysia

Image
Setelah seminggu lebih di Melaka akhirnya aku mengajak Wawa untuk main-main ke tempat turis seperti Jonker Walk. Memang sengaja memilih akhir pekan karena tempat tersebut cuma ramai saat akhir pekan. Pertama kali aku dan Wawa ke Melaka cuma tinggal beberapa hari dan kebetulan bukan akhir pekan. Jadi Jonker Walknya sepi. Benar saja, jalan menuju ke Jonker itu macet. Padahal baru jam 11 lebih. Kami minta Grab untuk menurunkan kami di jalan utama. Kami bisa jalan kaki ke restoran tempat tujuan. Tapi sebelum sampai ke situ, kami mampir dulu untuk foto-foto dulu. The Kappan House 20, Jalan Tukang Besi, 75200 Melaka, Malaysia Tel :+60122753131 Aku kebetulan menonton YouTube video yang menunjukkan tempat-tempat di Jonker Walk. Resto ini katanya cendolnya top. Sampai di situ aku dan Wawa memesan sup yong taufu. Mi kuah yang aku pesan pun mirip-mirip dengan yang Wawa pesan. Rasanya biasa aja. Terlalu tawar. Cuma dikasih kecap asin dengan cabe rawit. Biarpun kecapnya dituang habis masih berasa t...

Hari Ke Lima - Melaka, Malaysia

Image
Hari ini aku dan Wawa akan pindah ke Airbnb yang berbeda. Jadi rencana aku dan Wawa akan menghabiskan waktu di Mal Aeon. Makan siang dan kemudian jalan-jalan sedikit sampai sekitar pukul 3 supaya bisa cek in di Airbnb yang baru. Kami memilih makan siang di Sukiya. Kelupaan foto karena lapar. Kemudian mencari tempat duduk di lantai dua. Untungnya Mal Aeon yang ini banyak kursi yang bisa dipakai untuk duduk-duduk.  Atlantis Residence Apartemen yang ini terdiri dari empat tower. Airbnb yang kami sewa terletak di tower C yang ternyata lebih ke belakang. Jadi pas sampai di situ kami harus daftar di pos satpam. Kemudian dikasih masuk. Berbekal instruksi dari Airbnb kami mencari kotak pos. Sempat bingung di mana tower C. Tanya-tanya satpam ternyata di belakang. Setelah mendapatkan kunci, kami menuju lantai 34. Tinggi sekali bo ! Pas masuk ke elevator aku berusaha ngga memikirkan betapa tingginya lantai 34. Apartemen ini ngga sebaru apartemen yang sebelumnya. Tapi kolam renangnya gede seka...

Hari Ke Empat Melaka - Melaka, Malaysia

Image
Dari kemarin pengen cobain resto nasi lemak ini tapi belum kesampaian karena ngga buka. Jadi hari ini pas kami lewat dan resto ini buka langsung kami masuk. Waktu itu belum terlalu siang jadi ngga terlalu ramai.  Modelnya hampir seperti makanan warung gitu. Pilih nasinya, mau yang nasi lemak pandan (warnanya agak kehijauan) atau nasi lemak biasa. Kemudian pilih lauk yang kami suka. Terakhir dikasih potongan ketimun dan sambal. Aku pilih ayam bakar sedangkan Wawa memilih ayam goreng. Ayam bakarnya banyak sausnya. Sambalnya enak. Nasi Lemak (Tokong) Warisan Bachang 409, Jalan Kenanga 3/21, Taman Kenanga Mewah, 75200 Melaka, Malaysia Tel :+60123833945 Sore harinya aku dan Wawa jalan kaki ke sebuah restoran yang kami lihat dalam perjalanan pulang dari sate celup. Tempatnya kelihatan ramai jadi aku pikir mestinya sih boleh donk. Tempatnya kecil jadi aku dan Wawa pergi pagian sebelum terlalu ramai. Sebenarnya mereka memiliki lantai dua tapi berhubung ngga terlalu ramai jadi semua pengunj...

Hari Ketiga Melaka - Melaka, Malaysia

Image
Untuk tempat makan biasanya aku dan Wawa suka mencari tempat makan di sekitar apartemen supaya ngga usah sering-sering naik Grab. Jalan kaki itu sehat apalagi kalo untuk cari makan. 😁 Aku dan Wawa sudah jalan beberapa kali di sekitar apartemen jadi sudah kurang lebih tahu dan lumayan paham. Jadi hari ini aku dan Wawa akan mencoba bakmi ala Taiwan di resto yang bernama Hing Loong Taiwanese Noodle. Resto ini katanya kalo pas makan siang bisa ramai sekali jadi aku bilang sama Wawa untuk pergi pagian sebelum jam makan siang. Sampai situ dengan mudah aku dan Wawa mendapatkan tempat duduk. Sekarang tinggal pesan makanan aja. Aku dan Wawa memesan mie kering dengan daging cincang dan saus kacang kedelai (saus zha jiang). Saus ini warnanya gelap dan asin. Jadinya mie ini memang cenderung lebih asin. Atau mungkin mereka memang harusnya mengurangi pemakaian garam karena saus yang sudah cukup asin. Selain itu kami juga memesan kaki babi dan daging babi goreng. Si mas yang mencatat pesanan sungguh...

Hari Kedua Melaka - Melaka, Malaysia

Image
Semalam habis kehujanan jadi setelah cuci baju dan beberes, aku dan Wawa tidur pagian. 😉 Makanya pagi ini pun bangun pagian. Cuaca cerah dan sepertinya ngga bakal hujan nih. Tadinya pengen cobain resto nasi lemak dekat apartemen tapi pas lewat ternyata mereka tidak buka. Jadi akhirnya lanjut terus ke resto nasi bulat Tuan Yuan. Nasi ayam khas Melaka ini disajikan dengan nasi ayam yang dikepal dan dibentuk bulat-bulat. Jadi pas kami sampai di situ kami disodorkan menu kemudian seorang karyawati (atau mungkin pemilik?) menjelaskan menu mereka. Enak sih dijelasin gitu jadi cepat bagi kami untuk memesan. Kami memesan sepiring daging ayam dan lima buah nasi bulat. Ayamnya kami pesan seporsi ayam rebus dan seporsi ayam panggang. Nasi bulat boleh pesan perbiji. Berhubung aku biasanya ngga banyak makan nasi jadi cuma pesan lima biji saja. Terus ditambah toge rebus karena seperti biasanya di Malaysia, mereka suka menyajikan nasi ayam dengan toge rebus yang diguyur kecap dan minyak bawang. Ayam...

Hari Terakhir Ipoh dan Transfer ke Melaka

Image
Credit : Google review user Terminal Amanjaya Terminal bis di Ipoh namanya Terminal Meru Raya atau dikenal juga dengan nama Amanjaya. Letaknya agak di luar Ipoh dan dari airbnb kami yang di tengah kota perlu sekitar 20 menitan. Lagipula karena bisnya berangkat pukul 8:45 jadi kami harus berangkat pagian yang bertepatan dengan jam kantor. Lalin agak ramai di pagi hari. Karena kami tidak yakin macet atau ngga jadi lebih aman berangkat pagian. Kali ini supir Grab yang kami dapat "agak-agak". Sambil nyetir doi semprot kiri kanan. Ngga jelas apa yang disemprot. Kemungkinan Baygon ? 😟 Mana perjalanan lumayan jauh lagi.  Terminal Amanjaya lumayan besar tapi agak gelap. Masih pagi sehingga ngga banyak yang menjual makanan kecuali sebuah toko semacam 7-Eleven. Aku membawa konfirmasi online dari Easybook ke konter untuk ditukar dengan tiket kertas. Ongkos penukaran kalo ngga salah sekitar RM4/tiket. Aku pikir lumayan deh untuk menjaga kebersihan terminal, WC dan lain-lain kan ? Perjal...

Hal Hal Yang Perlu Diingat Sebelum Kamu Ke Malaka

Image
Tahun lalu aku dan Wawa membawa ortu ke Malaka. Kita naik bis dari Singapura. Berikut aku sharing beberapa poin yang mungkin bisa membantu kamu seandainya kamu juga berniat jalan-jalan ke Melaka/Melaka. Lebih baik berkunjung di akhir pekan Salah satu tujuan wisata di Malaka adalah Jonker Street. Di hari-hari biasa Jonker Street itu biasa-biasa aja. Terdapat beberapa toko yang menjual berbagai pernak pernik. Beberapa restoran dan juga kafe. Tapi atraksi yang sebenarnya dari Jonker Street adalah pasar malamnya. Sayangnya kita ngga sempat menikmati pasar malamnya karena cuma buka di akhir pekan (Jumat dan Sabtu malam). Jadi kalo kalian akan berkunjung ke Malaka, jangan lupa untuk mengatur jadwal supaya tiba di situ pas akhir pekan. Pasar malamnya terdiri dari berbagai penjual makanan dan minuman. Juga banyak yang menjual pernak-pernik, baju, asesoris dll.

Jalan Jalan Malaysia : Malaka ke Kuala Lumpur

Image
Tadinya aku berencana untuk naik bis dari Malaka ke Kuala Lumpur. Berhubung kemudian ortu ikutan juga rasanya akan lebih mudah untuk menyewa mobil. Setelah mencari-cari aku menemukan 2 buah perusahaan yang bisa menyewakan mobil beserta supir. Aku hubungi kedua perusahaan tersebut untuk membandingkan harga. Perbedaannya ngga banyak jadi akhirnya kita pilih satu dari mereka dan kita beritahu nama hotel dan tanggal keberangkatan. Silakan lihat gambar di bawah untuk nama dan no telpon perusahaan taksi. Di hari H sesuai dengan janji sang supir yang kemudian kita ketahui adalah empunya perusahaan nongol sesuai janji. Mobil yang dibawa adalah Toyota sebangsa Innova. Wawa duduk di depan berdampingan dengan pak supir. Aku bersama dengan ortu di belakang. Koper kita semua untungnya muat di bagian belakang Toyota. Pada saat saat itu kita semua cuma membawa koper yang muat di kabin pesawat. Sekalian berhemat biaya cek in koper.

Makanan Yang Kudu dicoba di Malaka

Image
Coconut Shake Coconut shake ini seperti milk shake tapi merupakan kombinasi kelapa, air kelapa dan mungkin es krim kelapa. Wah cocok banget deh untuk cuaca panas. Harganya pun sangat bersahabat, cuma 4 RM (sekitar IDR 13600). Yang terkenal katanya sih Klebang Original Coconut Shake. Tapi kita ngga pergi segitu jauh cuma untuk menikmati coconut shake. Coconut shake bisa ditemukan sepanjang Jalan Jonker. Es Chendol Es chendol di Malaka rada mirip dengan es cendol di Indonesia. Es chendolnya berisi cendol, kacang merah alias kacang jogo kemudian es serut dan siraman gula merah atau gula melaka. Tergantung variannya, bisa dijuga ditambah potongan mangga atau cacahan durian untuk rasa durian.

Nyonya Suan - Malaka, Malaysia

Image
Sekedar info Jonker Street (Jalan Jonker) yang menjadi salah satu tujuan wisata di Malaka terkenal dengan pasar malamnya. Tapi pasar malam ini cuma berlangsung di akhir pekan - hari Jumat dan hari Sabtu. Berhubung kita ke situ hari Senin jadi ngga rame dan kebanyakan restoran tutup pagian. Salah satu restoran yang kita mau coba ternyata tutup pukul 5. Mungkin karena hari Selasa dan ngga banyak pengunjung. Karena restoran yang kita tuju ternyata sudah tutup akhirnya kita sekedar liat-liat di daerah tersebut untuk mencari restoran lainnya. Restoran yang kita pilih dan keliatannya lumayan adalah Restoran Nyonya Suan. Karena baru pukul 5:30 jadi restoran tersebut kosong. Nyonya Suan adalah restoran yang menyajikan masakan nyonya yaitu perpaduan antara masakan melayu dan chinese. Masakannya sederhana hampir seperti masakan rumahan. Kita pesan cah sawi bok choi, cah kol dengan jamur kuping hitam. Kemudian cumi masak asam manis dan tahu masak kecap.

Jalan Jalan Malaka hari kedua

Image
Daily Fix Cafe dan Dutch Square Hari kedua merupakan satu-satunya kesempatan untuk menikmati Malaka sehari penuh. Esok hari kita sudah akan lanjut ke Kuala Lumpur. Salah satu makanan yang aku pengen coba adalah panekuk pandan dari Daily Fix Cafe. Tempatnya katanya bisa kehabisan panekuk pandan saking lakunya. Aku jadi rada kuatir dan berencana pergi sepagi mungkin. Untungnya grup kita udah terbiasa bangun pagi. Malah Daily Fix Cafe kurang pagi bagi kita-kita. Aku dan yang lainnya sudah siap makan pagi sekitar pukul 8 tapi Daily Fix belum buka sampai pukul 9. Silakan simak posting mengenai Daily Fix Cafe di sini . Sambil menunggu Daily Fix buka kita sempat jalan ke Windmill Dutch Square yang letaknya di seberang Sungai Melaka yang merupakan awal Jalan Jonker. Mumpung masih pagi, belum terlalu panas dan belum terlalu ramai untuk foto-foto. Dari situ juga bisa mengunjungi beberapa tempat wisata seperti The Stadhuys, Christ Church dan Church of St Francis Xavier. Stadhuys merupakan...

Famosa Chicken Rice Ball - Malaka, Malaysia

Image
Tadinya pengen makan di Kedai Makan Chungwah yang katanya terkenal dengan nasi bola ayam khas Melaka. Pas sampai di situ tempatnya rame bener. Yang antri pun panjang sekalee. Mana hari panas, matahari terik dan kita sudah kelaparan. Foodie mode terpaksa dimatikan dulu. Survival mode lebih penting. Tengok kiri kanan di seberang jalan di mana Wawa sedang berteduh terdapat sebuah restoran. Kebetulan banget resto yang judulnya Nasi Bola Ayam Famosa (Famosa Chicken Rice Ball) juga termasuk dalam daftar tempat makan yang kudu dicoba. Restoran ini rame tapi ngga ada antrian. Jadilah kita langsung bisa duduk. Tapi pada saat itu aku rada panik karena cuma memiliki sejumlah ringgit. Aku pikir pasti mudah menemukan ATM atau tempat menukar valas. Ternyata sepanjang perjalanan dari hotel ke resto yang letaknya di Jonker Street yang notabene merupakan tempat kunjungan wisata ngga keliatan sebuah ATM pun. Jadi setelah aku meminta ortu dan Wawa masuk ke resto aku menelusuri Jalan Jonker untuk menc...

Makan nasi beralas daun pisang di Restoran Saravana - Malaka, Malaysia

Image
Kita diajak makan siang oleh teman di Malaka di sebuah restoran India. Pas masuk bagian depannya seperti resto Minang dengan lauk pauk yang sudah masak. Teman kita tersebut menanyakan beberapa lauk yang doi suka dan kemudian memesan beberapa lauk. Kemudian kita masuk ke ruangan berAC di sebelahnya. Setelah kita duduk meja di hadapan kita pun dialasi daun pisang. Masing-masing diberikan alas daun pisang seperti layaknya tatakan meja. Kemudian datang seorang mas-mas membawa bakul nasi dan mulai menyendokkan nasi ke daun pisang. Berhubung aku udah siap karena sebelumnya sempat kaget liat meja sebelah dikasih setumpuk besar nasi. Jadi sama mas-mas ini aku bilang cukup sebelum doi menaruh seluruh isi bakul nasinya ke daun pisangku. Kemudian datang mas-mas berikutnya menyendokkan makanan sampingan sebanyak empat macam. Terdiri dari beet merah, kentang, kacang garbanzo dan ketimun model acar. Beet merah, kentang dan kacang garbanzo dimasak dengan bumbu sebangsa kari. Kemudian mas-mas it...

Daily Fix Cafe - Melaka, Malaysia

Image
Sebelum perjalanan ke Melaka aku seperti biasa sibuk menjelajahi internet mencari tau tempat makan yang asyik dll. Salah satu tempat yang direkomendasikan bernama Daily Fix Cafe. Dan makanan yang harus dicoba adalah pandan pancake alias panekuk. Jadi di hari kedua aku putuskan kita harus makan pagi di Daily Fix. Susahnya (seenggaknya bagi grup kita yang merupakan manusia-manusia pagi). Daily Fix buka jam 9 pagi. Dan katanya tempatnya rame. Kalo kesiangan panekuknya habis. Jadilah kita ke situ pagi-pagi tapi harus makan makanan kecil dulu di tempat lain supaya ngga kelaparan. Tempatnya ternyata agak tersembunyi. Kalo ngga dengan bantuan Google map pasti susah ketemu. Daily Fix Cafe terletak di bagian belakang dari sebuah toko yang kalo ngga salah menjual makanan kecil. Jadi kalo ngga pasang mata mudah terlewatkan. Setelah ditunjukkan oom gugel baru aku perhatikan ternyata ada plang nama di bagian luar.

Jalan Jalan Melaka : Singapura ke Melaka

Image
Setelah 4 di Singapura akhirnya kita lanjut ke Melaka. Di hari H kita harus hadir di kantor Luxury Coach Service di daerah Orchard 30 menit sebelum keberangkatan alias pukul 7:30 pagi ! Tiketnya kita udah bayar sebelumnya, silakan baca artikelnya di sini . Saking paginya Wawa memilih ngga mau makan pagi supaya bisa tidur lebih lama. Jadinya aku pergi bertiga dengan ortu ke tempat dimsum yang letaknya dekat dengan hotel kita. Untungnya hotel ini dekat banget dengan berbagai tempat makan. Kita pesan bolu kukus dan kue lobak. Simpel aja. Sekedar makan sedikit untuk menghangatkan perut. Aku sudah membeli roti-rotian untuk makan di jalan nantinya. Kemudian kita naik grab ke Orchard. Sampai di situ tampak bisnya sudah menunggu. Aku masuk ke dalam gedung untuk cek in. Kita dikasih stiker untuk ditempelkan di baju supaya lebih mudah dikenali pas turun di Johor Bahru untuk pemeriksaan paspor.