Hari Pertama Dalat - Vietnam
Setelah selesai beberesan, aku dan Wawa langsung keluar mencari makan. Saat itu sudah hampir pukul 1 siang. Perut sudah mulai keroncongan. Untungnya Wawa menemukan sebuah restoran yang menjual pho - mi kuah daging sapi khas Vietnam. Sampai di situ, tempatnya sepi. Pas kami masuk, Wawa sempat bertanya apa mereka masih buka. Sang pemilik tidak banyak bercakap hanya tersenyum dan menyalakan lampu. Aku rasa sebenarnya mereka sudah tutup. Sepertinya semua mangkok dan sumpit sudah dicuci bersih. Mungkin untuk persiapan besok hari.
Aku dan Wawa memesan mi kuah spesial mereka. Harganya VND 70rb (IDR 45rb). Isinya daging sapi iris tipis mentah dan daging sapi yang sudah masak. Daging mentah itu maksudnya nanti dimasak dengan kuah panas jadi pas dimakan sudah matang.
Phở Phú Đào
Lô A9, Đường Hoàng Văn Thụ, Phường 4,
Đà Lạt, Lâm Đồng, Vietnam
Tel : 0982017000
Selesai makan siang, aku dan Wawa berjalan menuju arah kota. Hotel kami Brick House agak sedikit jauh dari tengah kota. Mungkin sekitar 1 km kali ya. Tadi aku sempat bertanya kepada resepsionis di mana bisa menukar mata uang asing. Lalu aku diberikan nama tokonya. Ternyata toko emas tersebut juga menawarkan jasa menukar mata uang asing. Pantesan pas aku google tempat penukaran mata uang asing yang muncul nama toko emas. Aku pikir Google lagi ngaco kali ya. 😒
Berdasarkan petunjuk dari resepsionis kami mencari nama toko tersebut. Tapi sebelum menemukan toko tersebut kami lewat sebuah toko emas lainnya. Iseng-iseng aku masuk eh ternyata toko ini pun menerima penukaran mata uang asing.
Setelah menukarkan uang dan menerima sejumlah dong, aku pun keluar dan bicara dengan Wawa dalam bahasa Indonesia. Ternyata seorang pria mendengarkan percakapan kami. Kemudian dia mengajak ngobrol. Dia pikir kami dari Malaysia karena doi dari Malaysia. Dia sempat kaget saat aku bilang aku dari Indonesia. Tapi kami tetap ngobrol asyik aja karena dia memang rada bawel juga sih. Dia baru saja kembali dari perjalanan menggunakan bis dari Laos.
Sore harinya angin kencang dan dingin pula. Jadi aku dan Wawa males pergi jauh. Kebetulan aku menemukan restoran yang menjual shabu daging ayam di dekat hotel. Dalam bahasa Vietnam, shabu daging ayam ini namanya lẩu gà lá é. Dari hotel tinggal jalan kaki sekitar 5 menitan. Tempatnya ngga terlalu gede dan kami satu-satunya yang bukan orang Vietnam. Sepertinya pelayannya pun kaget saat melihat kami. Dengan menggunakan bahasa tangan, aku memesan untuk kami berdua.
Sore harinya angin kencang dan dingin pula. Jadi aku dan Wawa males pergi jauh. Kebetulan aku menemukan restoran yang menjual shabu daging ayam di dekat hotel. Dalam bahasa Vietnam, shabu daging ayam ini namanya lẩu gà lá é. Dari hotel tinggal jalan kaki sekitar 5 menitan. Tempatnya ngga terlalu gede dan kami satu-satunya yang bukan orang Vietnam. Sepertinya pelayannya pun kaget saat melihat kami. Dengan menggunakan bahasa tangan, aku memesan untuk kami berdua.
Kami menunggu sekitar 10 menitan kali ya sebelum panci dibawa keluar. Sebelumnya peralatan makan dan sayuran sudah diantar ke meja. Sayurannya adalah semacam daun kemangi yang wanginya seperti daun jeruk. Jadi agak beda dengan daun kemangi (basil) biasa. Selain itu ada sepiring kecil mi beras putih. Kemudian dua tempat kecap berisi garam, merica dengan seiris jeruk nipis.
Panci yang dibawa keluar kemudian diletakkan di atas semacam kompor kecil yang dinyalakan dengan semacam jelli. Jadi selama kami makan, supnya tetap panas dan bisa memasak daun kemangi dan juga tetap memasak ayam dan jamur di dalam sup tersebut. Kalau tidak terlalu kenyang, boleh membeli tambahan kulit tahu seharga VND 30rb (IDR 19500). Jamurnya semacam jamur shimeji.
Kuahnya agak berminyak dari kulit ayam. Tapi ayamnya masih lumayan alot. Mungkin memakan ayam kampung ? Kalau menurutku kuahnya sudah lumayan asin jadi ngga usah perlu banyak bumbu lainnya. Tapi rasanya masih perlu semacam sambal ya. 😉 Tapi berhubung cuaca dingin-dingin gitu jadi makan kuah panas dengan kompor yang tetap dipanaskan memang asyik banget.
Total kerusakkan untuk satu kompor dengan satu panci ayam dan sayuran seharga VND 200rb (IDR 129.500).
Lẩu gà lá é Cao Phụng
1O/2KQH, Đường Hoàng Văn Thụ, Phường 4,
Đà Lạt, Lâm Đồng 02633, Vietnam
Tel : 0989821833
Comments
Post a Comment
Tinggalin pesan dan kesan donk !