Seputar Kota Dalat - Dalat, Vietnam
Hari ini aku lihat cuaca sepertinya bagus kembali. Cerah dan matahari bersinar jadi aku ajak Wawa untuk ngiderin kota lagi. Pagi setelah makan pagi, aku ngedrop pakaian kotor untuk dicuci. Menurut Wawa ada sebuah tempat yang menerima cuci baju. Jadi aku bawa ke situ, katanya VND 25rb/kg. (IDR 16120/kg).
Agak siangan dikit, kami mulai berjalan ke arah kota. Kemudian mampir makan siang di sebuah resto yang menjual ayam panggang. Yang unik di sini adalah ayam panggangnya disajikan dengan nasi ketan yang dipanggang di dalam bambu. Nanti bisa dibaca di sini ya.
Cho Da Lat
Mampir di pasar Dalat (Cho Da Lat). Kemarin itu aku dan Wawa sempat lewat tapi tidak masuk karena sudah dekat waktu makan siang. Kali ini aku pengen mampir untuk melihat apa aja sih yang dijual di sini.
Karena kota Dalat jalanannya berliku jadi pintu masuk yang kami masukin ternyata di lantai tiga. Pas kami masuk bisa kelihatan lantai dasar banyak terdapat penjual cinderamata berupa buah-buahan kering. Lantai atas ini juga terdapat penjual pakaian dan kain.
Lantai dasar pasar Dalat ini kemudian terhubung jalanan yang membuka ke sebuah bundaran. Di satu sisi dari bundaran terdapat tangga yang menghubungkan bagian jalan ini dengan bagian jalan di atas yang lebih tinggi. Memang kota Dalat jalanannya berliku-liku gitu. Bundaran ini juga merupakan lokasi pasar malam kota Dalat.
Dari daerah pasar kami melanjutkan perjalanan ke daerah tengah kota untuk menjelajahi toko-toko di situ. Terutama ada sebuah toko coklat yang aku ingin tahu apa sih yang dijual.
Pasar Malam Kota Dalat (Chợ Đêm Đà Lạt)
Malamnya aku dan Wawa memutuskan untuk berkunjung ke pasar malam. Soalnya malam-malam sebelum cuaca agak dingin dan hujan. Akhirnya cuaca hari ini bersahabat jadi cocok untuk berjalan-jalan.
Sampai di situ sekitar pukul 6 sore jadi masih agak terang. Beberapa penjual memanggil Wawa dan menawarkan untuk makan di kedai makan di satu sisi jalan. Kami kebetulan berada di seberangnya yang banyak dipenuhi penjual baju.
Kami datang dari arah bundaran besar yang berseberangan dengan danau. Jadi di sebelah kiri adalah penjual baju. Sebelah kanan jalan terdapat beberapa kedai yang menjual makanan. Kami terus berjalan ke arah pasar Dalat yang siang tadi sudah kami kunjungi. Di daerah bundaran di depan pasar, kami berbelok kanan. Di sisi kiri jalan di daerah tersebut terdapat banyak penjual baju bekas. Harganya lebih miring. Aku dan Wawa sempat melihat-lihat koleksi mereka. Karena saat itu agak dingin dan dinginnya melebihi perkiraan kami berdua. Sewaktu kami mengepak baju kami cuma memperkirakan bahwa temperatur bakal sekitar 25-an. Ternyata suhu udara di bawah 20 bahkan siang hari pun lumayan berangin. 😅
Yang juga banyak dijual sebagai makanan kecil di sini adalah semacam pizza tipis. Tadinya aku berniat mencoba tapi Wawa bilang wah toppingnya kayaknya terlalu banyak saus yang ngga jelas. Jadi akhirnya kami tidak membeli.
Buah-buahan yang banyak dijual adalah strawberry. Tapi berdasarkan video YouTube katanya rasanya asin karena disiram air garam. Mungkin untuk menutup rasa asam ? Jadi kami pun tidak mencoba.
Kami pun tidak berani makan malam di kedai-kedai makan di situ karena penjualnya terlalu agresif. Lagipula kami tidak bisa melihat harganya. Kuatir nanti setelah sampai di situ ternyata harganya selangit mau cabut pun tidak enak. Untuk menghindar ya jangan menginjakkan kaki di situ.
Akhirnya kami makan malam di sebuah restoran di tengah kota.
Comments
Post a Comment
Tinggalin pesan dan kesan donk !