Mencoba Banh Mi


Setelah beberapa hari di Hoi An, aku dan Wawa merasa sudah cukup menjelajahi kota Hoi An. Ini setelah aku dan Wawa sudah mencapai Pantai An Bang. Pagi hari itu matahari belum keluar sepenuhnya sehingga masih agak adem-adem gitu. Aku dan Wawa berjalan melewati pasar dan menyeberang jembatan yang satu lagi. Di situ ternyata ada sebuah hotel besar Moire Hoi An. Dan setelah melewati hotel tersebut terdapat beberapa kursi yang merupakan bagian dari sebuah cafe. Iseng-iseng kami duduk di situ sebelum pemiliknya seorang ibu-ibu keluar membawa menu. Wawa memesan kopi kelapa. Aku menilik menu dan tidak melihat sesuatu yang menarik. Aku mencoba bertanya apa ada susu kedelai tapi mereka tidak ada pilihan tersebut. Sang ibu mencoba menawarkan jus, aku bilang terlalu dingin sambil aku mengusap-usap perutku. 😁 Tiba-tiba aku melihat teh jahe. Bagus, jadi aku pesan teh jahe dan aku bilang jangan pakai gula.

Sambil menunggu minuman, kami cuma duduk santai dan memandang ke arah perairan yang tenang. Ada sebuah perahu yang lewat membawa penumpang tapi tidak terlalu penuh.

Siang harinya kami mencoba mengunjungi sebuah restoran yang kemarin sore kami lewati tapi ternyata mereka tidak buka. Jadi kami menjelajahi bagian kota yang belum kami jelajahi. Pas lewat sebuah restoran yang menjual banh mi yaitu roti pentung khas Vietnam yang diisi berbagai isian. Tempatnya lumayan ramai dan kelihatannya menarik. Harga yang tertera pun tidak mahal. Seorang gadis keluar menawarkan kami untuk masuk. Karena keramahannya kami pun masuk.

Banh mi di Vietnam walaupun roti tapi ngga terlalu berat. Isinya bervariasi mulai dari telur, ketimun dan acar. Atau bisa juga daging ham, tuna, daging babi panggang, dll.









Comments

Popular posts from this blog

Hay Day : seputar Derby

Belanja lewat Yesstyle

Pasta - Drama Korea