Sore Hari di Tepi Sungai Huong - Hue, Vietnam
Setelah kunjungan ke Imperial City, kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat. Wawa sempat berenang di lantai atas hotel. Sore harinya kami keluar mencari makan malam. Pilihan jatuh ke sebuah resto yang katanya menyediakan bun bo hue dengan pilihan rasa asli atau untuk turis.
Bun bo hue itu adalah mi kuah yang asalnya dari daerah Hue. Jadi rasanya kurang klop kalau berkunjung ke Hue tanpa menikmati bun bo hue.
Bun bo hue yang asli berisi darah ayam, daging babi dengan kuah yang agak kemerahan. Tidak terlalu pedas tapi ada wangi seperti sereh karena memang kuahnya menggunakan sereh. Tapi karena menggunakan darah ayam, ada orang yang kurang menyukai baunya. Untuk mengurangi bau, berbagai daun-daunan wangi tersedia untuk dicampurkan ke kuah. Tapi aku menyukai rasanya apa adanya.
Sehabis itu aku dan Wawa bergegas berjalan menuju arah Sungai Huong yang namanya dikenal sebagai Perfume River (Sungai Parfum). Niatnya sih menonton matahari terbenam. Ternyata hari itu cuaca berawan sehingga matahari tidak tampak karena tertutup awan.
Tapi di daerah sungai terdapat banyak orang yang berjalan kaki untuk olahraga. Selain itu juga banyak yang menawarkan jasa untuk berkeliling menggunakan perahu. Aku berharap ada penjual jajanan sehingga bisa mencoba jajanan khas Hue. Tapi yang ada cuma penjual mainan dan permainan dengan hadiah.
Saat hari mulai gelap, jembatan yang kami gunakan untuk menuju Imperial City pun bernyala. Lampunya berganti dari kuning, merah sampai ungu. Sungguh menarik.
Kapan ya Indonesia bisa seperti ini ? Memiliki bantaran sungai yang tertata rapi dan bersih. Aku rasa penjaja makanan tidak diperbolehkan berjualan di situ untuk menjaga kebersihan.





Comments
Post a Comment
Tinggalin pesan dan kesan donk !