Hari Kedua Wudangshan - Hubei, China
Karena capek dari hari pertama turun gunung. Hari kedua kami sepakat untuk lebih santai. Kami akan ketemu makan pagi sekitar pukul 8 kemudian keluar. Makan pagi masih kurang lebih sama. Tapi berhubung kami makan agak siangan sekitar pukul 8 jadi kebanyakan makanan sudah habis dan ngga ditambah lagi kemungkinan karena mereka tahu siapa aja yang belum makan. Jadi setelah kami selesai ada seorang gadis muda yang baru turun makan. Aku rada kasian karena kebanyakan makanan sudah habis.
Setelah itu seperti hari sebelumnya, sang manajer mengantar kami dengan "bajaj"nya. 😆 Seperti juga hari sebelumnya setelah kami didrop doi bilang kasih tau aja nanti dia akan jemput. Kita iyakan aja sambil berterima kasih.
Hari itu kami akan mengambil arah yang berlawanan. Bisa dilihat di peta di bawah. Paling bawah adalah pintu masuk ke Wudangshan. Di hari pertama, kami naik bis ke arah Qiongtai (sebelah kiri). Kemudian sampai di puncak Golden Summit kami turun mendaki jalan setapak di sebelah kanan. Kami turun gunung sampai Nanyan. Kemudian naik bis ke pintu masuk lagi.
Sampai di situ ternyata berkabut sekali. Sebenarnya saat kami keluar hotel pun sudah tidak terlalu terang. Tapi kami dikelabui manager di hotel yang bilang oh nanti matahari bakal keluar. Ternyata malah lebih parah karena di atas gunung.
Purple Heaven Palace ini sebenarnya sering dijadikan tempat latihan para murid Taichi. Di hari itu kami sempat melihat serombongan yang sedang berlatih di samping karena hujan yang gerimis. Tapi tidak lama kemudian mereka pun bubar dan balik ke asrama, mungkin ?
Aku lebih banyak beristirahat karena kakiku ini yang masih seperti agar-agar. 😅 Jadi sementara Wawa dan ipar berkeluyuran aku duduk memandang sekitar yang penuh kabut misterius. Di antara foto di sini mungkin aku tampak sedang sibuk mengambil foto atau berdiri memandang masa depan. 😎







Comments
Post a Comment
Tinggalin pesan dan kesan donk !