Transit Menggunakan China Transit Visa 240 hours
Untuk perjalanan ke Guangzhou kali ini, ortu akan menggunakan paspor Indonesia. Aku sudah membaca mengenai visa transit untuk China bagi orang Indonesia. Poin yang perlu diingat adalah :
- Pengguna harus memiliki dokumen perjalanan (paspor) dengan masa berlaku minimum 3 bulan.
- Harus memiliki tiket perjalanan keluar dari China menuju negara ketiga (yang tidak boleh sama dengan negara asal (Indonesia). Jadi dalam hal ini kami akan mulai dari Indonesia menuju Guangzhou dan lanjut ke Hong Kong. Dalam hal ini HK dianggap negara ketiga terpisah dari China.
- Ada daftar port of entries yang telah disetujui dan diperbolehkan masuk dengan transit visa ini. Jadi cek dulu mau mendarat di mana.
- Masa 240 jam dihitung dari jam 00:00 di hari setelah kedatangan. Aku menafsirkan ini sebagai misalnya mendarat pukul 16:00 hari Minggu tanggal 29 Maret. Perhitungan 240 jam akan dimulai pukul 00:00 atau tengah malam tanggal 30 Maret.
- Yang ini aku dapatkan dari hasil baca-baca forum perjalanan. Untuk menggunakan transit visa ini, kalau masuk dari Guangdong maka perjalanan dibatasi di daerah Guangdong saja. Tidak bisa misalnya jalan sampai ke Propinsi Hunan misalnya.
Untuk keterangan lebih lanjut silakan simak di sini.
Nah sebelum berangkat aku sempat mencari video mengenai penggunakan transit visa ini. Kesannya aku harus mengisi formulir setelah tiba di Guangzhou sebelum bisa mendapatkan visa ini. Aku sudah siapkan print out tiket kereta dari Guangzhou ke Hong Kong dan juga booking hotel di Guangzhou.
Sampai di airport di Guangzhou kami agak kesasar dikit sebelum akhirnya menemukan konter yang dimaksud. Konter ini letaknya agak ke pojok di sebelah kanan dari sederetan konter untuk imigrasi kedatangan untuk penumpang biasa yang sudah memiliki visa.
Sebelum perjalanan ke Guangzhou ini, kami menggunakan kertas untuk arrival card. Ternyata sekarang penggunaan kertas arrival card sudah ditiadakan. Jadi di pesawat pun kami diberikan QR code untuk dipindai dan memulai pengisian arrival card.
Yang perlu diingat, arrival card ini QR codenya sama untuk penumpang yang memiliki visa kunjungan dan penumpang yang ingin memanfaatkan transit visa 240 jam. Cuma pas memilih visa agak dibedakan.
Saat di konter untuk visa transit, silakan masuk ke antrian di sebelah kiri dulu untuk pemeriksaan dokumen dan input di sistem. Baru kemudian pindah ke konter di sebelah kanan. QR code dari hasil akhir pengisian eform bakal ditanyakan di sini untuk discan oleh petugas. Nah ini yang ngga gitu jelas dan ngga ada di petunjuk. Jadi kami sempat bertanya-tanya sama sesama penumpang lainnya. Eh sempat ketemu sesama penumpang dari Indonesia juga.
Satu hal lagi yang membingunkan. E-form arrival card ini meminta keterangan port of entry (tempat masuk) dan juga port of exit (tempat keluar). Nah kami akan keluar menggunakan kereta api tapi di e-form tersebut tidak terdapat pilihan stasiun kereta. Setelah kami tanyakan ke petugas di situ yang sempat bingung juga, baru kemudian kami diberitahu untuk memilih "Panyu" karena itu adalah lokasi stasiun kereta Guangzhounan (Guangzhou South Station).
Aku sempat parno akan hp-ku yang diset "dark theme". Karena sehari sebelumnya pas dengan setting "dark theme" aku sempat mengalami kesulitan saat memindai QR untuk pembayaran dengan QRIS. Jadi aku sempat mengisi ulang eform karena kuatir tidak bisa dipindai. Tapi itu mungkin kekuatiran yang tidak beralasan. Tapi setelah itu aku jadi wanti-wanti untuk ganti setting ke "light mode" dulu.

Comments
Post a Comment
Tinggalin pesan dan kesan donk !