Menghindari Koper Tertukar Saat Bepergian
Selama kami di Vancouver sempat membaca berita mengenai koper yang ditukar oleh sindikat obat-obatan. Jadi ceritanya setelah koper dicek in, di bagian belakang anggota sindikat menukar koper tersebut dengan koper yang mirip tapi isinya narkoba. Caranya dengan melepaskan stiker bagasi milik penumpang yang sah dan stiker bagasi tersebut dikalungkan ke koper berisi narkoba.
Aku rasa sampai di negara tujuan, anggota sindikat lainnya akan mengambil koper tersebut jadi seakan-akan penumpang yang sah cuma kehilangan koper. Tapi masalahnya ada beberapa kasus di mana koper sempat diperiksa dan penumpang yang sah kemudian dituduh membawa narkoba. Akibatnya ada beberapa penumpang yang harus melewatkan waktu di penjara.
Terus terang aku rada stres membaca berita tersebut jadi kemudian mencari akal bagaimana membuat koper lebih "aman". Kami memiliki dua koper yang bakal di-cek in. Salah satu koper tersebut warnanya hitam jadi memang mudah tertukar. Kebanyakan penumpang kan memiliki koper hitam.
Akalku adalah koper tersebut aku akan tempelkan berbagai stiker. Kebetulan aku mendapatkan banyak stiker dari sebuah supermarket di situ. 😂 Setelah stiker tersebut tertempel aku akan menggunakan plastik untuk melaminasi keseluruhan koper. Pokoknya mirip dengan jasa melaminasi koper di bandara deh.
Selain membuat koper lebih berbeda, juga disarankan untuk mengambil foto isi koper sebelum koper dikunci. Jadi setelah aku dan Wawa selesai mandi, kami memasukkan semua sisa barang ke dalam koper. Ambil foto baru mengunci koper. Kemudian koper hitamku aku tempelkan berbagai stiker dan lanjut dengan laminasi.
Alhasil koper kami berdua tiba dengan selamat di Jakarta. Syukurlah.




Comments
Post a Comment
Tinggalin pesan dan kesan donk !