Posts

Nikmatnya sekoteng di musim dingin

Image
Wah..hujan-hujan gini enaknya makan sekoteng. Apalagi teringat waktu aku dan Wawa ke puncak sebulan yang lalu. Dingin-dingin kita beli sekoteng. Aduh..lezatnya, apalagi sudah lama nian ngga makan sekoteng. Coba ah bikin sendiri di rumah. Untuk kuah : 2 potong jahe seukuran kepalan tangan. Kupas kulitnya dan iris tipis. Rebus jahe dengan 2 liter air. Begitu mendidih, kecilkan api dan rebus sekitar 15 menit. Sebelum api dimatikan, tambahkan gula pasir sesuai selera. Untuk isi : 180 gr kacang hijau. Rendam dengan air dingin semalaman (kurang lebih 12 jam). Esok harinya, buang air dan bilas sekali lagi sebelum direbus. Rebus kacang hijau dengan 500 ml air. Setelah mendidih, kecilkan api dan rebus sampai kacang hijau lunak. Hati-hati jangan sampai kacang hijau hangus. Jika keliatan terlalu kering, boleh ditambahkan air hangat. Setelah ditambahkan air, api harus dibesarkan sampai mendidih lagi baru dikecilkan kembali. 5-8 sm biji delima. Rebus sampai lunak. Hampir sama dengan kacang ...

Asam Laksa Penang

Image
Di Jakarta kemarin itu sempat makan di restoran Penang di Muara Karang. Waktu itu aku dan Wawa beramai-ramai dengan keluarga makan di situ. Masing-masing pesan sendiri dan aku nyobain Asam Laksa. Wah..ternyata enak sekali. Bukan pertama kalinya sih aku makan asam laksa, dulu udah pernah di sebuah resto di Las Vegas. Tapi yang di  restoran Penang ini lebih enak...dan lebih murah. hihihi.. Pas balik ke sini pengen banget, sampai ngiler ngebayangin. Jadinya coba deh bikin sendiri. Pas lagi nyari-nyari di internet, ketemu resep dari Rasa Malaysia . Lumayan gampang sih bahan supnya. Tapi hari ini bikin sendiri lagi, aku udah ketemu short cutnya. ha..ha..Curang ya. Cukup untuk 6 orang. Sup : 1 bungkus Chilliz Assam Laksa 4 buah bawang merah, cincang halus. 2 potong (5x10 cm) ikan salmon. Kalo ingin lebih amis, bisa menggunakan ikan kembung. 2 sereh, bagian putihnya saja, geprek 2 sendok makan asam jawa, tambahkan air panas, diamkan 10-15 menit, tekan2 untuk mengeluarkan s...

OST - You Are Beautiful (korean drama)

Image
Music Playlist at MixPod.com ---jangan baca yang ini kalo belum nonton !! --- Akhirannya happy ending sih. Walaupun tadinya aku sempet pikir endingnya bakal seperti begini, tapi ternyata ngga ding. Ternyata walaupun awal2nya aku sempet sebel banget sama Hwang Tae Kyung karena sikapnya yang sombong dan selalu semena-mena terhadap Go Mi Nam. Tapi memang sikap dan sifat orang beda-beda juga dalam mengungkapkan cinta. hihihi.. Tapi kalo boleh milih, lebih suka rasanya kalo Go Mi Nam/Mi Nyu akhirannya sama Shin Woo. Karena Shin Woo lebih baik dan cute. hihihi..Dan Shin Woo selalu siap menjadi shoulder to cry on di saat Mi Nyu memerlukan bantuan.

You Are Beautiful - drama Korea

Image
Blog ini terpaksa harus ditelantarkan dulu beberapa hari ini karena aku baru saja memulai seri baru drama Korea. Judulnya You Are Beautiful (YAB). Tadinya iseng-iseng cari film baru untuk mengisi waktu luang. YAB adalah pemenang Best Korean Drama 2009 versi KoreanDrama.org. Penasaran dengan kehebohannya, langsung aja aku mulai tonton. Ceritanya mengenai kehidupan grup musik anak muda yang terkenal A.N.JELL. Produser mereka hendak mencari anggota baru untuk mengisi tempat keempat di grup tersebut. Alkisah Go Mi Nam terpilih. Karena satu dan lain hal, Mi Nam tidak bisa bergabung dengan grup tersebut untuk sementara. Dasar si manajer Ma dengan akalnya, dia mencari pengganti Mi Nam, yaitu saudara kembarnya Go Mi Nyu. Go Mi Nam itu mestinya laki-laki. Sedangkan Mi Nyu adalah perempuan dan sedang menjalani pendidikan untuk menjadi suster (biarawati). Tadinya Mi Nyu menolak mentah-mentah permintaan manajer Ma. Mi Nyu dan Mi Nam dibesarkan di panti asuhan. Adalah niat Mi Nam untuk menjadi ...

Dicubitin ikan di Kuta Square, Bali

Image
Di hari pertama kita jalan-jalan di Kuta Square, terlihat keramaian dan kolam ikan dengan kaki di dalamnya. Ternyata pengunjung sedang mengamati pelanggan fish spa. Fish spa ini menggunakan sejenis ikan kecil2 hitam yang katanya memang hobi makan sel-sel kulit manusia yang sudah mati. Dan dengan sel-sel tersebut dimakan sama ikan makanya akan meninggalkan kulit yang halus mulus. Terus terang aku ngga gitu percaya dengan cerita ikan yang doyan kulit. Masak iya sih ? Tapi pertama kali tahu tentang ikan ini justru dari acara TV Travel Channel, kalo ngga salah di Singapura. Sejak itu Wawa bolak balik bilang pengen nyobain. Begitu liat ada di Kuta Square langsung semangat deh doi. Jadi setelah makan malam, kita langsung mampir. Si mbak yang jagain mempersilakan kita duduk di kursi panjang kemudian mengambil lap basah dan mengelap kaki kita yang berdebu. hihihi..Kalo ngga bisa kotor tuh kolam ikan. Pas lagi dilap baru kepikiran gimana kalo sakit ya ? Pas aku tanya ke mbaknya, si mbak cu...

Jendela Bali - GWK Cultural Park, Bali

Image
Di hari kedua tur kita di Bali, kita dibawa tur guide ke resto Jendela Bali. Perjalanan hari itu membawa kita ke Garuda Wisnu Kencana di Bukit Peninsula. Rencana pemerintah untuk membangun GWK barangkali tidak didukung finansial yang memadai. Cultural park yang maksudnya untuk membawa turis sepertinya tidak terlalu berhasil. Tur guide kami mengatakan tempat-tempat yang dimaksud untuk disewa telantar karena ongkos sewa yang tinggi. Dan turis sepertinya tidak terlalu tertarik karena GWK biarpun dimaksud sebagai bagian dari kebudayaan Bali tapi bukanlah peninggalah bersejarah seperti layaknya pura-pura lainnya yang dibangun di jaman dahulu kala. Tapi cukup mengenai GWK. Kami langsung dibawa ke resto di situ yaitu Jendela Bali. Mengikuti si mbak yang membawa kita melalui lorong melewati dapur di sebelah kanan dan pemandangan yang menakjubkan di sebelah kiri. Pemandangan jauh ke bawah ke arah pantai Jimbaran. Tapi belum sampai di situ, kita dibawa ke lantai atas. Ruangan terbuka dengan la...

Restoran Madania - Denpasar, Bali

Image
Dari luar restoran ini keliatan biasa-biasa aja. Papan bertuliskan seafood dan chinese food. Kita turun dari mobil mengikuti si tour guide. Melewati ruang makan yang agak gelap karena lampu belum dinyalakan. Di luar masih terang karena baru sekitar pukul 6 kurang sore hari. Di bagian belakang restoran bertebaran saung-saung yang siap ditempati. Wah..keliatan cozy banget. Saungnya dilengkapi meja pendek dengan bantal-bantal untuk tempat duduk. Tapi papaku keberatan katanya makannya ntar ngga enak. Tanteku bilang doi ngga bisa duduk kayak gitu, perutnya ngga muat. ha..ha..Yang bener aja. Yah sudah kita minta pindah ke meja biasa. Kebetulan salah satu saung menaungi meja biasa dengan dua kursi panjang dan dua kursi biasa. Tapi karena belum siap kita harus menunggu sebentar. Pelayannya dengan cekatan membersihkan meja dan membawa piring/gelas dan temannya. Untuk minuman pembuka, kita disajikan jus semangka. Manis, dingin dan menyegarkan untuk hari yang panas. Kemudian kita duduk sam...