Posts

Cerita dari hari pertama di Lijiang - Lijiang, China

Image
Dari stasiun kereta api kami bisa langsung cek in ke hotel. Pas cek in aku sempat bertanya ke resepsionis repot ngga bagi orang asing untuk naik bis. Resepsionis bilang gampang kok tinggal bayar dengan scan Wechat atau Alipay. Kemudian aku tanyakan halte bis terdekat untuk menuju stasiun kereta dan resepsionis tersebut memberitahukan bis nomor tertentu dan lokasi halte. Sebenarnya aku menanyakan hal tersebut karena dalam perjalanan ke Lijiang, Wawa mendadak mengusulkan perjalanan pulang hari ke Shangrila. Namanya juga rencana dadakan ya jadi kami tidak ada booking hotel di Shangrila. Aku lihat perjalanan kereta sekitar 1,5 jam. Jadi kalau kami berangkat dengan kereta pagi sekitar pukul 8 dan kembali dengan kereta sore sekitar pukul 3 mestinya sih aman ya. 😎 Di sini aku kasih satu foto kamar hotel kami. Selebihnya boleh liat di sini . Kamarnya terang ya dengan kamar mandi yang memadai. Kemudian ada meja kursi di balkon juga yang akhirnya kami pindah masuk ke kamar supaya ada kursi untu...

Tender Light 微暗之火- drama Cina

Image
Kemarin itu aku lagi pengen nonton drama barunya Xiao Zhan jadi bela-belain bayar subscription untuk Youku. Eh, belum selesai nonton terpotong acara ke China. Aku kira di situ sempat nonton ternyata wifi di hotel parah dan lemot. Akhirnya balik ke Jakarta baru sempat sambung lagi. Belum keburu habis nonton sudah harus perpanjang. Karena sudah kepalang bayar aku pun mencari drama lainnya. Eh ketemu drama yang ini judulnya Tender Light. Begitu memulai episode pertama langsung suka karena ternyata ceritanya mengenai polisi, detektif, pembunuhan dan misteri. Aku suka tuh drama dengan kombinasi seperti itu. 😍 Berawal dari pembunuhan Xu Yi seorang pengusaha di malam tahun baru pergantian tahun 1999 ke 2000. Tersangkanya adalah istri Xu Yi yaitu Nan Ya. Masalahnya satu kota kecil Qing Shui tahu bahwa Xu Yi sering memperlakukan istrinya dengan kasar. Masalahnya lagi satu kota kecil itu pun memiliki pandangan negatif terhadap Nan Ya yang dianggap suka menggoda pria. Benarkah Nan Ya membunuh Xu...

Dari Dali ke Lijiang Dengan Kereta - Lijiang, China

Image
Kereta kami dari Dali sekitar pukul 9 pagi. Jadi kami jam 5:30 sudah bangun dan beberes koper. Jam 6:30 sudah keluar dan mencari kendaraan (Didi). Sebelumnya kami pikir harus jalan ke jalan utama baru bisa mencari kendaraan tapi beberapa kali kami melihat tamu yang menunggu kendaraan di depan gang kami jadi kesimpulannya bisa dijemput tapi kalau didrop mereka tidak suka. 😀 Ngga lama menunggu kendaraan kami datang langsung kami berangkat. Sang supir sempat keluar membantu kami dengan koper. Kalau ngga salah itu pertama kalinya kami dibantu sebelumnya di Kunming supir sama sekali ngga keluar. Mungkin beda orang kota kecil dengan orang kota besar ? Karena masih pagi lalu lintas tidak terlalu ramai. Cuma sekitar 20 menitan kami sudah tiba di stasiun. Seperti biasa kami harus melalui pemeriksaan paspor untuk karcis elektronik. Kemudian lewat pemeriksaan keamanan. Oh ya di sini kalau pemeriksaan keamanan semuanya dipegang-pegang sama petugas wanita kemudian disuruh memutar dan diperiksa lag...

Hari Terakhir di Dali - Dali, China

Image
Pagi harinya kami berjalan menuju Three Pagodas karena sehari sebelumnya hujan deras. Sebelum sampai di situ sebenarnya aku ingin mampir ke sebuah pasar yang katanya di San Yue Jie (Jalan Maret). Ternyata ngga ada yang buka tuh. Entah karena hujan atau cuma ramai hari tertentu saja ?  Untungnya dekat situ ada beberapa resto yang buka untuk makan pagi. Jadinya kami memesan dua butir telur rebus dengan semangkok pangsit kuah. Harganya sungguh bersahabat, cuma RMB 19 (IDR 43100). Pangsitnya gede-gede dan enak. Untuk foto-foto Three Pagodas silakan klik di sini . Makan siang kami akhirnya mampir di sebuah resto di salah satu jalan kecil lumayan dekat ke hotel. Menunya kayaknya lumayan. Kami memesan ikan masak pepaya yang katanya merupakan salah satu masakan khas daerah situ. Kemudian si empunya menawarkan oseng sayur yang katanya sayur segar hari itu. Oke deh kami menerima tawaran si ibu yang punya resto. Sambil menunggu mereka membawakan "paket" peralatan makan. Ini merupakan ke...

Dali Gucheng Xinmu Homestay - Dali, China

Image
Hotel-hotel dalam perjalanan kali ini agak terburu-buru dalam proses booking karena kami harus memasukan formulir untuk visa. Jadi setelah booking baru aku sadar ternyata yang aku book bukan hotel tapi cuma homestay.  Baru kemudian aku rada kuatir karena ternyata ngga semua hotel di China bisa menerima tamu internasional. Untuk Dali Old Town hotelnya agak mahal karena tempatnya yang agak kecil. Jadi untuk kamar seperti yang di foto ini harganya USD 60 per malam (sekitar IDR 971rb). Tapi memang kamarnya lebih besar dengan jendela besar dengan pemandangan ke jalan di bawah. Homestay ini cuma tiga lantai dan kami mendapatkan kamar di lantai paling atas. Saat cek in, kami diminta untuk memindai sebuah QR code untuk mendaftarkan diri. Tapi seperti juga memindai menu di resto, hasil pindainan tidak bisa konek ke mana2. Aku sempat kuatir jangan-jangan homestay ini ngga bisa menerima kami. Kemudian resepsionis harus menelpon seseorang yang dipanggil "abang". Kemudian resepsionis yang...

Makan hotpot dengan jamur liar - Dali Ancient Town, China

Image
Wuih jamur liar, kesannya kok liar banget. Emang boleh dimakan ? Begitu reaksiku pertama kali nonton video di YouTube yang menyatakan kalau ke Dali jangan lupa makan hotpot dengan jamur liar. 😏 Tapi hampir di setiap sudut kota tua Dali aku melihat banyak sekali yang menawarkan makanan ini. Jadi akhirnya di sore itu setelah selesai dari Erhai, kami diturunkan di kota tua dan mulai menjelajahi lagi. Beda banget suasana sore itu dibandingkan pagi hari yang suram dan gerimis. Begitu matahari keluar warna biru di langit kok sepertinya ceria banget dibandingkan warna abu-abu. Dari Dianping (sebuah aplikasi untuk review makanan, produk, tempat) aku menemukan sebuah resto yang katanya terbaik untuk hotpot jamur liar. Jadilah aku dan Wawa mampir ke situ. Baru jam 5 dan masih terang tapi resto sudah lumayan rame.  Setelah melihat menu kami baru sadar eh lumayan mahal lho. Kalau ngga salah untuk yang basic sekitar RMB 189 (IDR 427.113). Itu meliputi ayam dengan jamur. Jadi kuah ayam dengan j...

Foreigner Street 洋人街 - Dali Ancient Town, China

Image
Semalam habis balik dari ngiderin Kota Tua Dali, aku baca-baca lagi eh baru sadar bahwa aku dan Wawa belum sampai ke daerah wisata Kota Tua yaitu Foreigner Street (洋人街). Jadi setelah ngga jadi masuk ke Tiga Pagoda, aku memutuskan untuk mampir ke Foreigner Street. Dijemput taksi walaupun memakai aplikasi Didi tapi kita mah ngga milah milih wong masih hujan kok. Seperti juga saat kami pertama tiba di Dali, kali ini kami pun diturunkan di jalan besar kemudian pak supir menunjukkan jalan masuk ke situ. Ya sudah, biarpun masih sedikit gerimis, kami pun turun. Dari situ aku mengikuti petunjuk di Baidu map menuju Foreigner Street. Sampai di suatu persimpangan akhirnya kami melihat gapura dengan nama Foreigner Street. Kami belok kanan dan memang di situ banyak toko yang sudah buka karena saat itu sudah pukul 10 lewat. Di situ persimpangan ada yang menjual makanan, Wawa langsung bilang pengen susis panggang sedangkan aku pengen cobain keju panggang. Keju panggang ini terbuat dari keju kering. K...